0 menit baca 0 %

AKAD NIKAH DAPAT DITOLAK JIKA TIDAK SESUAI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia Nomor : P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Normal Baru (New Normal) Pelayanan Nikah Pada Masa Pandemi Covid-19, yang diterbitkan pada tanggal 10 Juni 2020 diserta...

Indragiri Hulu,(Inmas). Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia Nomor : P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Normal Baru (New Normal) Pelayanan Nikah Pada Masa Pandemi Covid-19, yang diterbitkan pada tanggal 10 Juni 2020 disertai juga dengan Form Penolakan Akad Nikah Tatanan Normal Baru oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan dengan alasan di antaranya :
1.    Peserta prosesi akad nikah tidak menggunakan masker;
2.    Pihak Catin/Wali tidak menggunakan sarung tangan;
3.    Peserta prosesi akad nikah di rumah lebih dari 10 (sepuluh) orang;
4.    Peserta prosesi akad nikah di Masjid/ruang pertemuan lebih dari 20% kapasitas ruangan;
5.    Peserta prosesi akad nikah di Masjid/ruang pertemuan lebih dari 30 (tiga puluh) orang.
Selanjutnya, kepada para pihak tetap diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang pelaksanaan prosesi akad nikah dengan ketentuan menaati protokol kesehatan dan persyaratan jumlah peserta akad nikah, demikian penyampaian Penghulu Muda/Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sungai Lala, Samsul Hadi, S.H.I (memakai baju warna biru) usai memberikan pelayanan akad nikah di dalam Balai Nikah pada Jum’at 19 Juni 2020.(tulang)