0 menit baca 0 %

Aktifkan Proses Pembelajaran, Ponpes Umar Bin Khattab Terapkan Protokol Kesehatan

Ringkasan: Riau (Inmas) Melalui Protokol kesehatan yang ketat, pondok pesantren Umar bin Khattab Riau kembali membuka pembelajaran tatap muka dengan santri nya setelah 4 bulan melaksanakan system pembelajaran secara online / Daring dari rumah disebabkan pandemi Corona Viruse Desease 2019 (Covid 19).
Riau (Inmas) – Melalui Protokol kesehatan yang ketat, pondok pesantren Umar bin Khattab Riau kembali membuka pembelajaran tatap muka dengan santri nya setelah 4 bulan melaksanakan system pembelajaran secara online / Daring dari rumah disebabkan pandemi Corona Viruse Desease 2019 (Covid – 19).

Memasuki kampus para santri harus mengikuti tahapan-tahapan protocol kesehatan yang telah ditatapkan pemerintah. Para santri terlebih dahulu mencuci tangan, dilakukan pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan Surat Keterangan Medis yang dikeluarkan oleh Instasi terkait, penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan barang bawaan santri.

Meminimalkan penyebaran Covid – 19 di lingkungan Pondok Pesantren, santri yang memasuki Kampus diwajibkan membawa peralat makan dan minum sendiri, Vitamin  C, Nutrisi kesehatan tubuh (contoh: Habbatussauda’  dll), Masker (lebih dari 1 buah), dan Hand Sanitizer serta Sajadah yang ringan dan mudah dicuci

Santri sebelum berakhirnya Covid – 19 dilarang untuk bersalaman dengan sesama penghuni Pondok Pesantren, santri juga harus menjaga jarak saat berinteraksi, beribadah, belajar dan tidur. santri tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan pondok, kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh pesantren. Keluarga tidak diperkenankan menjenguk selama pandemik belum berakhir. Jika terpaksa harus dijenguk, agar santri segera diisolasi untuk dirawat dikamar khusus / poskestren.

Sebelum memasuki Asrama, paras santri diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jika santri/wati dalam keadaan sakit jangan memaksakan diri untuk kembali ke pesantren.

 

Menurut salah seorang wali Santri M. Farhan  bahwa sebelum kembali ke Asrama anaknya diwajibkan isolasi mandiri dan harus mengikuti protocol yang telah di tetapkan oleh pihak Pondok pesantren. Selain itu orang tua Santri diwajibkan membuat pernyataan untuk masuk pesantren dengan memastikan bahwa anak saya tidak melakukan perjalanan ke zona merah covid-19 dalam kurun waktu 2 minggu terakhir.

 

Pondok Pesantren Umar Bin Khattab memberlakukan Jadwal kembali santri untuk melakukan proses belajar mengajar dengan beberapa sesi. (ana/wat)