0 menit baca 0 %

Antisipasi Bahaya LGBT, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan Giat Melakukan Sosialisasi

Ringkasan: BANTAN (Inmas)  - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) masih hangat dibicarakan karena terjadi penolakan pada masyarakat umum, khususnya di Indonesia karena LGBT dianggap sebagai perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan budaya dan agama yang dianut masyarakat Indonesia.Menyikapi fenome...

BANTAN (Inmas)  - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) masih hangat dibicarakan karena terjadi penolakan pada masyarakat umum, khususnya di Indonesia karena LGBT dianggap sebagai perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan budaya dan agama yang dianut masyarakat Indonesia.

Menyikapi fenomena bahaya LGBT ini, salah seorang Penyuluh Agama Islam Kec. Bantan, Muhamad Sodikin, giat melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya LGBT kepada masyarakat. Seperti yang dilakukannya pada hari Ahad (13/08/2023), bertempat di salah satu rumah warga desa Kembung Baru Kec. Bantan, M. Arifin. Sosialiasasi disampaikan kepada para Ibu-ibu jemaah Majelis Ta’lim Nurul Hidayah Desa Kembung Baru. Dalam penyampaiannya, Sodikin mengajak ibu-ibu selaku orang tua, untuk lebih memperhatikan perilaku dan pergaulan anak-anak remajanya. “Kita selaku orang tua harus lebih intens dalam mengawasi pergaulan anak-anak kita saat ini,  bukan hanya pergaulan anak-anak kita dengan lawan jenis, tapi juga pergaulannya dengan sesama jenis, yang menjurus kepada penyimpangan.” ungkap Sodikin.

“Saat ini sudah banyak komunitas LGBT yang tersebar di wilayah Riau yang secara sembunyi-sembunyi mencoba mempengaruhi anak-anak remaja untuk masuk ke komunitas mereka. Bahkan mereka di iming-imingi dengan uang apabila bisa mengajak orang masuk ke dalam komunitas LGBT tersebut.” Lanjut Sodikin.

“Oleh karena itu semua kita diharapkan mampu berkerjasama dalam mencegah penyebaran budaya LGBT ini di lingkungan kita, agar anak-anak kita terselematkan dari pengaruh perilaku menyimpang ini.” Harap Sodikin kepada ibu-ibu yang hadir.

Mengakhiri penyuluhannya, Sodikin mengajak kepada yang hadir untuk kiranya menerapkan beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak remaja bisa tercegah dari bahaya LGBT, diantaranya; (1) Orang tua diharapkan dapat memberi kasih sayang yang cukup kepada anak-anaknya, sehingga mereka tidak merasa tersisihkan yang pada akhirnya mencari ketenangan di luar rumah. (2) Memberikan pendidikan agama yang cukup, sehingga mereka memiliki pondasi yang kuat dan memahami apa yang dilarang oleh agama. (3) Kontrol sosial dari masyarakat terhadap keanehan yang terjadi pada remaja di lingkungannya”.

Para ibu-ibu yang hadir sangat antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh M. Sodikin. Salah satu dari mereka, ibu Nilakesuma,  menyampaikan terima kasih atas apa yang disampaikan pada kegiatan Penyuluhan tersebut. Semoga sosialisasi seperti ini lebih sering lagi diadakan, untuk menjaga generasi kita dari kehancuran moral dan aqidahnya di kemudian hari.

Acara Penyuluhan ditutup dengan foto bersama dan menyantap juadah yang telah disediakan tuan rumah.