Pekanbaru – Untuk ikut serta
menyemarakkan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 94 Tahun dan
peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022 tajaan Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Riau, yang berpusat di halaman Kantor
Gubernur Riau, Jum’at sore 28 Oktober 2022. Lebih 70-an siswa dari MAN 4 kota
Pekanbaru sudah mengonfirmasi keikutsertaannya untuk membaur dalam apel
kebangsaan bersama para santri, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU), organisasi
pelajar dan pemuda lintas agama, hingga paguyuban etnis di Riau yang
diorganisir oleh Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) dan Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB).
“InsyaAllah, berkat izin dan dukungan
Kepala Madrasah Bapak Agus Salim Tanjung, MA dan Waka Kesiswaan Bapak Zendri
Hendri, M.Pd, Â kami Pengurus Organisasi
Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang pada 15 Oktober 2022, telah memfasilitasi
latihan kepemimpinan lanjutan bagi pengurus OSIM se-Kota Pekanbaru dalam  forumÂ
Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sebagai kader Ikatan Pelajar Nahdlatul
Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekanbaru,
akan ikut apel kebangasaan ini dengan riang gembira. Para alumi kegiatan
tersebut dari 8 Madrasah se-Kota Pekanbaru juga telah diimbau ketat
menghadirinya” papar Farhan Syamren Kyoto, Ketua OSIM MAN 4 Kota Pekanbaru,
Kamis (27/10/2022).
Peserta ekskul Pencak Silat Pagar Nusa
MAN 4 Kota Pekanbaru, yang juga merupakan KBNU juga akan mengikutinya. Teknis
keberangkatan dan kepulangan siswa untuk keikutan kegiatan tersebut, terutama
yang domisilinya di Kecamatan Minas juga sudah clear pengondisiannya. Â
Untuk diketahui, rangkaian
kegiatan apel yang mendapat dukungan penuh Gubernur Riau Syamsuar dan Kapolda
Riau Irjen Muhammad Iqbal tersebut, selain akan diisi dengan pembacaan
pengulangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai reminder action
terhadap komitmen untuk satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa, direncanakan
juga akan dilaksanakan kegiatan pembacaan deklarasi para tokoh lintas agama dan
paguyuban etnis untuk berkomitmen menjaga kebhinnekaan, kerukunan dan toleransi
antar umat beragama dan etnis di Provinsi Riau. (*)