0 menit baca 0 %

Apel Pagi Kemenag Inhu: Jaga Lingkungan Kantor, Sejalan dengan Semangat Ekoteologi

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Seperti pagi-pagi sebelumnya, suasana di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu dipenuhi semangat disiplin dan kebersamaan. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, pegawai kembali melaksanakan Apel Pagi Rutin, yang kali ini dipimpin oleh Leo Chandra, Penata Layanan O...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Seperti pagi-pagi sebelumnya, suasana di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu dipenuhi semangat disiplin dan kebersamaan. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, pegawai kembali melaksanakan Apel Pagi Rutin, yang kali ini dipimpin oleh Leo Chandra, Penata Layanan Operasional Seksi PAIS, sebagai Komandan Apel, dan Kepala Subbag Tata Usaha, Ehirdamri, sebagai Pembina Apel.

Dalam arahannya, Ehirdamri menyoroti kondisi lingkungan kantor yang mulai tampak rimbun dan memerlukan perhatian lebih.

"Sudah saatnya kita merapikan kembali halaman dan lingkungan kantor. Kantor adalah wajah kita, dan wajah itu harus bersih, terawat, dan enak dipandang," ujarnya dengan nada santai namun penuh makna.

Lebih dari sekadar merapikan fisik lingkungan, gagasan gotong royong ini juga sejalan dengan semangat ekoteologi, yaitu pendekatan keagamaan terhadap lingkungan yang saat ini tengah digalakkan oleh Menteri Agama RI.

"Kita tidak hanya bicara soal estetika, tapi juga kesadaran spiritual untuk menjaga alam sekitar. Gotong royong ini adalah bagian dari praktik nyata prinsip ekoteologi yang diajarkan oleh agama dan didorong oleh Kementerian," lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu, 6 Agustus 2025, seluruh pegawai dijadwalkan untuk melaksanakan kegiatan gotong royong bersama membersihkan area kantor. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat, tapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan.

Apel pagi hari itu pun menjadi pengingat bahwa kerja di instansi bukan hanya soal pelayanan administratif, namun juga soal membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan—baik lingkungan sosial maupun alam.

(Reski)