Pekanbaru - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili Pembimas Kristen St. Armin Antoni Silaban, S.Th, M.IP menghadiri acara pembukaan Rapat Pendeta Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Tahun 2023.
Rapat pendeta GKPPD Tahun 2023 akan berlangsung di GKPPD Palas Pekanbaru pada tanggal 22 sd 25 Juni 2023 yang dihadiri seluruh pendeta GKPPD yang datang dari tempat pelayanannya di berbagai daerah, provinsi di Indonesia "demikian laporan Ketua Rapat Pendeta GKPPD Pdt. Ronald Solin, S.Th didampingi sekretarisnya Pdt Kadarisman Sinamo, S.Th.
Tampak hadir dalam acara unsur pimpinan pusat Bishop GKPPD Pdt. A. Padang, B.Th, M.Th sekaligus memberikan bimbingan dan arahan, sekjen GKPPD Pdt. J. Anakampun, S.Th, MM, para kadep serta Pembicara/ narasumber pemberi materi; Pdt. Dr. Victor Tinambunan selaku Sekjen HKBP sekaligus Ketua Umum PGI W Sumut.
Mengawali sambutannya, Pembimas Kristen mengucapkan selamat datang di Provinsi Riau dan mengharapkan pelaksanaan Rapat Pendeta GKPPD berjalan dengan baik. Ada beberapa pesan, informasi dan harapan yang disampaikan Pembimas Kristen pada acara pembukaan tersebut:
1. Di Indonesia terdapat sebanyak 328 Sinode, dimana GKPPD adalah salah satu sinode yang ada di didalamnya. Gereja Dalam hal ini GKPPD merupakan Mitra Kerja Kementerian Agama, maka diperlukan saling mendukung dan bahu membahu baik dalam menjaga kebersamaan intern umat maupun antar sesama umat beragama (di Riau ada 1802 gereja, 547.461 Jiwa). Kita berpesan agar Gereja selalu taat dan patuh kepada peraturan perundangan yang diberlakukan, dan lebih meningkatkan pemahaman akan pentingnya tertib administrasi pada Gereja sebagai bukti kita taat pada Tuhan dan Pemerintah.
2. Kita mengharapkan gereja ikut berperan aktif dan mendukung program Pemerintah dalam mensukseskan Tahun 2023 ini sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Karena itu Program Kementerian Agama yang sedang digalakkan dan gaungkan saat ini adalah Moderasi Beragama. Kiranya GKPPD menjadi bagian dari pelaksanaan Moderasi Beragama tersebut (dalam menjalankan agama tidak ekstrim/moderat). Mari sama sama tetap menjaga kerukunan umat, saling menghargai, saling mendoakan, menghindari adanya gesekan, percikan yang mengganggu kerukunan atau toleransi di Indonesia ini khususnya diProvinsi Riau. Mari bersikap arif dalam menyikapi permasalahan yang bisa melahirkan perselisihan/konflik.
3. Kami juga menghimbau kepada sinode/Gereja di tahun tahun politik ini agar bisa saling bersinergi dalam menciptakan kehidupan umat yang nyaman dan tentram. Menyikapi suhu politik menuju pesta demokrasi pemilu tahun 2024, GKPPD Punya andil dalam menjaga ketertiban, ketentraman dan memelihara kerukunan demi keberlangsungan hidup yang damai.
4. Melalui Rapat Pendeta GKPPD, hendaknya dirumuskan program dan kebijakan yang dapat menjawab tantangan saat ini, apakah itu tantangan secara internal maupun secara global.
"Doa kami melaui Rapat Pendeta GKPPD ini kiranya dapat tercapai rumusan, kebijakan, program pelayanan gereja dan kesepakatan bersama untuk pelayanan gereja GKPPD yang lebih baik.
Para pendeta GKPPD perlu memperhatikan perkembangan dan perubahan yang begitu cepat di era digitalisasi saat ini. Maka pendeta GKPPD kiranya tidak henti hentinya meningkatkan kapasitasnya (capacity building) dalam berbagai bidang termasuk literasi digital. Modernitas dan sekularisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat tidak akan terbendung lagi. Pola pola pelayanan harus berubah. Maka seiring dengan itu dampak negatif media sosial menjadi tantangan bagi para pendeta yang harus membuat bijak dan cerdas untuk menggunakannya" tutupnya.
Mengakhiri acara pembukaan, Bishop GKPPD didampingi sekjen dan ketua rapat pendeta "mangulalosi" memberikan ulos kepada Pembimas Kristen sebagai lambang rasa sukacita dan penghormatan dalam tradisi budaya batak pakpak, kemudian diteruskan dengan pemberian cendramata dari Bimas Kristen Kanwil Kemenag Riau ke pimpinan GKPPD.
(Batara/ana)