0 menit baca 0 %

Asisten II Kab. Rohil sampaikan sambutan pada acara pengukuhan DPD FKPP Rohil

Ringkasan: Rokan HIlir (Humas) - Di belahan bumi manapun hari ini informasi bisa tersebar dengan cepat melalui internet, Tidak semua informasi yang baik-baik, yang negatif juga sangat cepat diperoleh. Dengan proses pembelajaran di pesantren ada olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga.

Rokan HIlir (Humas) - Di belahan bumi manapun hari ini informasi bisa tersebar dengan cepat melalui internet, Tidak semua informasi yang baik-baik, yang negatif juga sangat cepat diperoleh. Dengan proses pembelajaran di pesantren ada olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga. Keempat hal ini sudah menyatu dalam dunia pesantren.

"Ada Spiritual konsep, emosional konsep dan intelektual konsep. Disinilah istimewanya pondok pesantren," Ujar Asisten II Setdakab Rohil Rahmatul Zamri dalam orasinya di hadapan ribuan santri yang memeriahkan acara Pengukuhan  DPD FKPP Kabupaten Rohil, Kamis (27/08).

Pada kegiatan yang dihadiri Kakanwil Kemenag Riau, beserta jajaran pejabat Kemenag dan OPD Rohil itu Ia menyebut instrumen untuk pembangunan agama dan keagamaan itu 50% kuncinya pada pemerintah.

"Untuk itu melalui forum yang baru saja dikukuhkan ini serta arahan Kakanwil Kemenag Riau, melalui Perda saya perjuangkan untuk maju," ucapnya.

Ia menumpangkan harapan besar, semoga dengan adanya forum ini diharapkan kegiatan-kegiatan dan persoalannya  dapat dikomunikasikan dengan intensif.

"Selamat bertugas untuk bisa membawa organisasi ini menjadi lebih baik, terutama yang kaitannya dengan kerjasama, silaturrahmi antar pesantren yang ada dan pemerintah setempat," pintanya.

Ia berharap kedepan FKPP Rohil dapat memberikan sumbangsih yang lebih bermakna dalam pembangunan di Kabupaten Rohil. Terlebih lagi demi menghargai perjuangan dan keberhasilan pondok dan santri dari dahulu hingga kini, sambungnya.

"Alhamdulillah Anak pertama saya sekolah di  Madrasah Aliyah Negeri 1 pekanbaru,  Anak kedua saya masuk pesantren ke Medan. Tapi gak sanggup, karena sering sakit-sakitan," sebutnya berkisah. 

Ia meyakini bagaimana pun tidak boleh tidak, anak usia remaja urgen dibekali pendidikan agama sejak dini. "Selepas SLTA barulah di bolehkan sedikit memilih perguruan tinggi mana yang ingin ditekuninya, kita orang tua perlu mengarahkan anak anak belajar agama sejak dini," imbuhnya.

Saat ini memang di Rokan Hilir sudah ada 19 pesantren dan 3 diantaranya merupakan pesantren salafiyah. "Saya menginginkan tidak ada lagi pesantren di Rohil yang ketinggalan dari lainnya, melainkan semuanya maju bersama untuk membangun negeri yang lebih baik," tegas Asisten mengakhiri sambutannya.