Rokan
HIlir (Humas) - Di belahan bumi manapun hari ini informasi bisa tersebar dengan
cepat melalui internet, Tidak semua informasi yang baik-baik, yang negatif juga
sangat cepat diperoleh. Dengan proses pembelajaran di pesantren ada olah pikir,
olah rasa, olah hati dan olah raga. Keempat hal ini sudah menyatu dalam dunia
pesantren.
"Ada
Spiritual konsep, emosional konsep dan intelektual konsep. Disinilah
istimewanya pondok pesantren," Ujar Asisten II Setdakab Rohil Rahmatul
Zamri dalam orasinya di hadapan ribuan santri yang memeriahkan acara
Pengukuhan DPD FKPP Kabupaten Rohil, Kamis (27/08).
Pada
kegiatan yang dihadiri Kakanwil Kemenag Riau, beserta jajaran pejabat Kemenag
dan OPD Rohil itu Ia menyebut instrumen untuk pembangunan agama dan keagamaan
itu 50% kuncinya pada pemerintah.
"Untuk
itu melalui forum yang baru saja dikukuhkan ini serta arahan Kakanwil Kemenag
Riau, melalui Perda saya perjuangkan untuk maju," ucapnya.
Ia
menumpangkan harapan besar, semoga dengan adanya forum ini diharapkan
kegiatan-kegiatan dan persoalannya dapat dikomunikasikan dengan intensif.
"Selamat
bertugas untuk bisa membawa organisasi ini menjadi lebih baik, terutama yang
kaitannya dengan kerjasama, silaturrahmi antar pesantren yang ada dan
pemerintah setempat," pintanya.
Ia
berharap kedepan FKPP Rohil dapat memberikan sumbangsih yang lebih bermakna
dalam pembangunan di Kabupaten Rohil. Terlebih lagi demi menghargai perjuangan
dan keberhasilan pondok dan santri dari dahulu hingga kini, sambungnya.
"Alhamdulillah
Anak pertama saya sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 pekanbaru,
Anak kedua saya masuk pesantren ke Medan. Tapi gak sanggup, karena sering
sakit-sakitan," sebutnya berkisah.
Ia meyakini bagaimana pun tidak boleh tidak, anak usia remaja urgen dibekali pendidikan agama sejak dini. "Selepas SLTA barulah di bolehkan sedikit memilih perguruan tinggi mana yang ingin ditekuninya, kita orang tua perlu mengarahkan anak anak belajar agama sejak dini," imbuhnya.
Saat ini memang di Rokan Hilir sudah ada 19 pesantren dan 3 diantaranya merupakan pesantren salafiyah. "Saya menginginkan tidak ada lagi pesantren di Rohil yang ketinggalan dari lainnya, melainkan semuanya maju bersama untuk membangun negeri yang lebih baik," tegas Asisten mengakhiri sambutannya.