0 menit baca 0 %

Asrama Salim-Salimah Negawaran Bina Santri Beradab

Ringkasan: Pekanbaru-Dalam program berasramanya, MAN 4 Kota Pekanbaru bina dan didik puluhan siswa untuk membangun karakter siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan membangun generasi yang moderat. Program asrama ini, mengutamakan siswa-siswi luar kota yang menempuh pendidikan di MAN 4 Kota Pekanbaru.

Pekanbaru-Dalam program berasramanya, MAN 4 Kota Pekanbaru bina dan didik puluhan siswa untuk membangun karakter siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan membangun generasi yang moderat. Program asrama ini, mengutamakan siswa-siswi luar kota yang menempuh pendidikan di MAN 4 Kota Pekanbaru. Saat ini total warga asrama sebanyak 44 putri, 7 putra, 2 musyrifah dan 1 musyrif. Lokasi asrama putri terletak di dalam kawasan sekolah, sementara asrama putra berada di luar kawasan sekolah dengan jarak tempuh jalan kaki sekitar 3-5 menit.

Asrama Salim-Salimah Negawaran memiliki beberapa program yang dijalankan antara lain, program rutin, program akademik, program non akademik, dan program populer. Salah satu program rutinan tersebut yakni kajian rutib yang dilaksanakan setiap pekannya dan menghadirkan Ustad-Ustad pemateri yang mumpuni dibidangnya.

Pada pekan kedua september ini, rabu (13/9) lalu, Asrama Salim-Salimah Negawaran melaksanakan Kajian Rutin pertamanya dalam bulan ini. Bertempat di Mushalla Al-Fatih MAN 4 Kota Pekanbaru dengan pemateri Cholid membahas Ta'lim Al Muta'allim Thariq at-Ta'allum karya Imam al-Zarnuji.

"Kitab Ta'lim Muta'allim termasuk kitab paling tua dalam jajaran literasi islam dalam hal pendidikan. Adab adalah hal yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu. Karena adab itu lebih tinggi daripada ilmu." tuturnya. Cholid juga menyampaikan adab seperti apa yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu dan bagaimana cara yang tepat untuk belajar. Ia juga menegaskan bahwa untuk menuntut ilmu harus memiliki tekad yang kuat serta niat yang selalu ditanamkan pada diri sendiri.

Kajian tersebut dihadiri seluruh santriwan dan santriwati Asrama Salim-Salimah Negawaran berserta para musyrif dan musyrifah. Rangkaian kajian ini meliputi Shalat Maghrib berjamaah yang dilanjut dengan penyampaian materi usai shalat.