Duri (Inmas) – Sebanyak 102
Guru dan Kepala RA se-Kabupaten Bengkalis Antusias mengikuti Pelatihan Brain
Gym Bersama Dr. H. Asep Mahfudin, M.Pd.I (Kang Asep) seorang trainer Pendidikan
dari Rumah Karakter Indonesia Jum'at, (25/08/2023) di Gedung Duri Executive
Hotel.
Kegiatan ini diselenggarakan
oleh Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD-IGRA) Kabupaten Bengkalis
dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Stimulasi Otak Anak (Brain
Gym) Agar Cerdas Dan Berkarakter".
Ketua Umum Pengurus Daerah
Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD-IGRA) Kabupaten Bengkalis Bunda Santi Arah,
S.Pd.I,.MM saat membuka secara resmi workshop menyampaikan “Tujuan workshop ini
adalah diharapkan untuk meningkatkan semangat guru dalam membangun karakter
guru yang bahagia, karena dengan guru bahagia akan dapat mentransfer ilmu pada
siswa dalam pembelajaran yang ada di RA dan Madrasah dapat lebih optimal dan
efisien,”
Dengan menghadirkan Dr. H.
Asep Mahfudin, M.Pd.I (Kang Asep) seorang trainer Pendidikan dari Rumah
Karakter Indonesia, terlihat semangat antusiasnya para peserta dalam mengikuti
kegiatan tersebut. Seluruh peserta sangat berharap agar kegiatan-kegiatan lain
yang serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kembali semangat guru-guru
di RA dan Madrasah.
Dalam pelatihan yang
dimentori oleh kang Asep dari Rumah Karakter Indonesia Bandung tersebut
dilakukan gerakan-gerakan khusus serta membuat kreasi belajar yang mengasah
kosentrasi, kesabaran dan karakter. 102 Guru, Kepala RA dan Madrasah se-Kabupaten Bengkalis berperan aktive
belajar memberikan pendidikan karakter pada anak dalam sebuah permainan dan
gerakan senam otak.
“Usia dini merupakan
masa-masa yang penting bagi perkembangan anak. Lembaga pendidikan usia dini
diharapkan memahami pola pengasuhan anak usia dini yang benar agar anak tumbuh
dewasa dengan pondasi yang kuat. Ada
sedikit pebedaan sistem pendidikan usia dini di Indonesia dengan luar negeri.
Di Indonesia diharuskan untuk bisa membaca dan berhitung sedangkan di Luar
negeri anak-anak usia dini justru dibebaskan untuk bermain di awal-awal masa
pendidikan”, Ujar Kang asep dan mengapresiasi kegiatan tersebut. (HUMAS MJ)