Indragiri Hulu, (Inmas). Kementerian Agama Republik Indonesia semenjak tahun 2018 telah mengagas program Kampung Zakat diberbagai daerah. Program Kampung Zakat merupakan upaya mengentaskan kemiskinan yang berbasis pada daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) melalui optimalisasi dana zakat yang dikelola oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (Laz).
Rabu 26 Oktober 2022, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kab. Inhu H. Alpendri, S.Ag., M.Pd.I melaksanakan Koordinasi dan Konsultasi terhadap Pemkab Inhu yang diwakili Kabag Kesra Setda Kab. Inhu Ahmad Fahmi, S.Sos., M.Si dalam rangka Penetapan Kampung Zakat di Kab. Inhu.
Program Kampung Zakat merupakan salah satu pendekatan pemberdayaan ekonomi umat berbasis kearifan lokal yang diharapakan mampu menjadi katalisator dalam meningkatkan taraf hidup masyarkat yang mandiri secara ekonomi, sejahtera lahir dan batin. Oleh sebab itu program Kampung Zakat memerlukan dukungan nyata dari seluruh pihak terkait, ujar H. Alpendri kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu.
Beberapa ketentuan dalam memetakan dan mementukan Lokasi Kampung Zakat disetiap Kab/Kota adalah paling sedikit 150 KK dengan asumsi per KK terdiri dari 4 orang; potensi ekonomi daerah belum berkembang; di wilayah daerah tertinggal; letak geografis tidak terlalu sulit atau mudah dijangkau; dan tingkat kesehatan masih rendah, tambah H. Alpendri.(tulang)
BERSAMA PEMKAB INHU PENY ZAWAF H. ALPENDRI KOORDINASI PERSIAPAN PENETAPAN KAMPUNG ZAKAT
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Kementerian Agama Republik Indonesia semenjak tahun 2018 telah mengagas program Kampung Zakat diberbagai daerah. Program Kampung Zakat merupakan upaya mengentaskan kemiskinan yang berbasis pada daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) melalui optimalisasi dana zakat y...