0 menit baca 0 %

Bina 32 Guru Kristen, Kakanwil Harapkan Pendidik Miliki 4 Kompetensi Berikut

Ringkasan: Riau (humas) - Mengingat bertambahnya kasus covid-19 akhir akhir ini, peran guru sangat penting memberikan pembinaan kepada siswanya, meskipun kondisinya masih ada kesulitan.Proses pembelajaran dari rumah kami lihat telah berjalan relatif lancar. Para guru diharapkan berinisiatif agar PBM tetap berj...

Riau (humas) - Mengingat bertambahnya kasus covid-19 akhir akhir ini, peran guru sangat penting memberikan pembinaan kepada siswanya, meskipun kondisinya masih ada kesulitan.

Proses pembelajaran dari rumah kami lihat telah berjalan relatif lancar. Para guru diharapkan berinisiatif agar PBM tetap berjalan lancar.

Hal itu dipaparkan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat Pertemuan virtual antara Kakanwil Kemenag Riau dengan guru Kristen dari ruang kerjanya, Senin (29/06). 

Peserta yang hadir  adalah pembimas kristen, guru Agama Kristen berjumlah 32 orang dari 12 kabupaten/kota.

Dalam beberapa hari ke depan kita akan memasuki tahun ajaran baru, 2020-2021, oleh karena itu berdasarkan SKB 4 menteri: Menag, Menkes, Mendagri, Menkes, bahwa proses belajar mengajar yang sudah dilahirkan 4 menteri masih berjalan dari rumah.

Mahyudin mengaku telah membahas hal tersebut bersama pak gubri baru-baru ini. Bahkan forum  yang ada pondok pesantren kami membahas hal ini dimana daerah yg masih zona merah, kuning dan orange tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah, sambugnya.

Sedangkan zona hijau bisa belajar di sekolah dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Misalnya seperti dalam keterangannya, dalam SKB pondok pesantren juga boleh melaksanakan pembelajaran di pondok dengan protokoler yang sangat ketat.

Bersama Gubri Mahyudin menyebut akan meninjau beberapa tempat. "Apakah di zona hijau sudah siap melaksanakan pembelajaran langsung dengan protokol kesehatan yang sudah diketahui masyarakat." Sebutnya.

Untuk Provinsi Riau sendiri, lanjutnya, zona hijau awalnya di Kuansing dan Rohil, tapi ternyata di kuansing ada kasus beberapa kasus, sehingga menjadi zona merah.

"Maka kami berharap bapak ibu menyampaikan pelaksanaan protokol kesehatan di daerah masing-masing dengan tetap melakukan kompetensi pedagogik sebagai seorang guru. Bukan hanya mengelola pembelajaran di dalam kelas. Tapi juga di dunia maya." Pinta Mahyudin.

Kedua, kompetensi kepribadian yang bisa ditiru siswa. "Jangan sampai ada guru Agama memberi contoh yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen," imbuh Mahyudin.

Kemudian guru harus punya kompetensi sosial yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. "Contohnya saja di sekolah dan tempat tinggalnya siswa mampu beradaptasi dengan baik," kata Mahyudin menyebut poin ketiga.

Terakhir kompetensi profosional sesuai perkembangan teknologi dan seni.

Dalam hal ini jelas pemerintah sudah melahirkan guru profesional dengan tunjangan sertifikasi karena memiliki 4 kompetensi tersebut.

Kendati ada kebijakan baru bahwa guru yang belum sertifikasi  dihapus tunjangan SBY 250 rb.

Pihaknya mendorong para pendidik yang sudah memenuhi syarat mengikuti BPG, agar mengikuti program guru profesional. "Yang mendapat tunjangan sebulan gaji," ungkap Mahyudin memberi motivasi.

"Semoga bapak ibu meningkatkan kompetensi agar anak didiknya menjadi cerdas." Harap Mahyudin.(vera)