0 menit baca 0 %

Bincang Khusus, Kakanwil Klarifikasi Pertanyaan Seputar Pembatalan Haji di TVRI

Ringkasan: Riau (humas) - Acara Bincang Khusus yang diadakan TVRI kali ini bertemakan Pembatalan Haji Tahun 1441 H" berlangsung secara live streaming (11/06/2020) di studio TVRI Riau. Ada dua narasumber yang terlibat, yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dr.

Riau (humas) - Acara “Bincang Khusus” yang diadakan TVRI kali ini bertemakan “Pembatalan Haji Tahun 1441 H" berlangsung secara live streaming (11/06/2020) di studio TVRI Riau. Ada dua narasumber yang terlibat, yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dr. H Mahyudin. MA mengungkapkan biaya haji 2019—2020 masih sama saja nominalnya sebagaimana DPR bersikeras hingga akhirnya disepakati oleh pemerintah. 

“Namun untuk tahun 2021 belum dapat diprediksi biayanya. Bisa saja avtur naik atau biaya hotel naik. Karena  tahun depan masih akan dibicarakan kembali”, tandas Mahyudin.

Menurut Mahyudin, terkait biaya pelunasan, jemaah haji boleh mengambil semuanya sejumlah 8.000.000. Tapi untuk setoran awal atau biaya porsi bila ingin diambil kembali, maka jemaah memerlukan waktu antri 19 tahun lagi untuk bisa berangkat.

Dialog interaksi itu melibatkan pemirsa yang mempertanyakan bagaimana prosedur jemaah haji yang belum melunasi.

Pada kesempatan yang sama  Darwison menjawab bahwa  batas terakhir pelunasan pada tanggal 20 Mei 2019. Siapa yang melunasi paling lambat pada tanggal itu, akan berangkat pada tahun 2021.

Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat jemaah haji tidak melunasi. Diantaranya yaitu kesehatan, ekonomi dan pekerjaan. "Bila mereka belum melunasi, mereka masih bisa diterima 4-5.tahun mendatang. Boleh juga berlaku tunda lunas." Terangnya.

Salah seorang pemirsa TVRI mempertanyakan: “Kenapa pemerintah Malaysia masih memperjuangkan lobi-lobi dengan pemerintahan Arab Saudi terkait pemberangkatan Jemaah haji. Sedamgkan Indonesia berhenti”, Bandingnya.

Mahyudin menjawab bahwa Indonesia juga demikian hampir setiap hari sepanjang persiapan. Bahkan pemerintah Indonesia aktif menyurati Raja Arab Saudi. Lobi yang dilakukan untuk memastikan apakah ibadah haji tahun ini ada atau tidak.

Mahyudin meyakini penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci tetap berjalan, namun tidak tahu siapa yang diperkenankan. Namun mengingat kawan-kawannya di Jedah memberi kabar kalau Jedah sekarang sedang dilockdown lagi dari shubuh sampai jam 03.00, ini petanda belum ada tanda-tanda positif.

Dalam prediksi Mahyudin, Kalau haji dilaksanakan pasti Social distancing akan sangat luar biasa diperketat lagi. Tapi sampai sekarang Arab Saudi belum memutuskan.

“Karena jemaah kita terbanyak di dunia. Surya dharma Ali pernah berencana membeli pesawat haji agar biaya haji bisa lebih murah”, kenang Mahyudin.

Mahyudin mengingatkan agar masyarakat perlu tahu sejak tahun 2012 dana jemaah haji tidak ada lagi di Kemenag. Tapi dipegang oleh BPKH. Ketika jemaah haji tidak mengambil uang maka itu dikelola BPKH. Hasil pemanfaatan dana tersebut akan dikembalikan oleh BPKH kepada jemaah haji. 

Harapannya, bahkan kalau semua jemaah setuju bisa saja suatu saat pemanfaatan  uang digunakan untuk membuat hotel di Arab Saudi.

Merespon pertanyaan pemirsa tentang masalah lansia yang sudah 78 tahun belum mendapat panggilan.

Menurut Darwison ada perbedaan regulasi tahun 2020 dengan tahun sebelumnya tentang batas usia lanjut itu 75 tahun ke atas. Maka Usia lanjut ini sejak 2019 diturunkan pemerintah jadi 65 tahun ke atas. 

“Ada prosedur dan kategori yang harus diketahui jemaah. Usia 45-84 baru bisa dipanggil melunasi bila sudah mendaftar selama 10 tahun. Kalau untuk usia 78 tahun kalau mendaftar 2018 akan dipanggil tahun 2028. Normalnya masa tunggu 19 tahun”, papar Darwison.

Ketika nomor porsi mereka sudah keluar. Tapi tidak melunasi tahun 2020. Maka tahun depannya akan dipanggil lagi untuk melunasi sehingga masih terbuka peluang.

Darwison lalu mencontohkan, kalau jemaah sudah uzur dan menderita sakit permanen. Atau meninggal dunia dulu langsung hilang nomor porsinya. Tapi sekarang bisa digantikan suami/ istri atau anak kandung.

Mahyudin mengklarifikasi mengapa Indonesia menghentikan lobi-lobi. Seolah tidak membuat Alternatif. Padahal Alternatif pertama batal sama sekali telah dipilih setelah mempertimbangkan Alternatif kedua, berapa yang diizinkan berangkat dengan Social distancing yang ketat. Tapi setelah ditunggu-tunggu tetap belum  ada keputusan. Maka harus dibatalkan. Sebab Kalau diumumkan secara mendadak, maka tidak ada cukup waktu mempersiapkannya. 

Namun ia menambahkan Hikmahnya jemaah haji tidak berangkat tahun ini,  menjadikan manasik bisa dipersiapkan.  Yang sebelumnya terkendala covid-19.

“Sekarang biaya BPIH 33 jt. Kalau 25 setoran awal 25 maka 8 juta yang boleh diambil”, tegas Darwison.

Mahyudin mengungkapkan bhhwa pekerjaan yang paling disenangi adalah melayani ibadah haji. Ia juga kecewa sebagai mana jemaah kecewa, tapi ada hikmahnya untuk bisa mempersiapkan ilmu manasik haji. 

Darwison kepada calon jemaah haji juga berpesan bahwa takdir di tangan Allah dan semua ada hikmahnya.(vera)