Meranti(Kemenag)– Dalam upaya meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan transformatif, MAN 1 Kepulauan Meranti dan MTsN 1 Kepulauan Meranti menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning pada 4–5 Agustus 2025, bertempat di Aula MAN 1 Kepulauan Meranti.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari guru-guru kedua madrasah. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Misyamto.
Dalam sambutannya, Misyamto menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, peduli, dan mampu berpikir kritis. KBC juga diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang menyentuh aspek emosional siswa secara mendalam.
"Pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Kurikulum Berbasis Cinta memberi ruang bagi guru untuk menjadi pembina karakter, bukan sekadar pengajar,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama, Tiffani, Widyaiswara dari Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya internalisasi nilai cinta, kasih sayang, dan kepedulian dalam proses pembelajaran, serta perlunya pendekatan deep learning yang mampu membangun kesadaran dan makna mendalam dalam diri peserta didik.
"Guru harus menjadi teladan yang mampu menghadirkan kehangatan dalam pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta memberi landasan untuk membentuk peserta didik yang utuh secara intelektual dan emosional,” terang Tiffani.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru madrasah di Kepulauan Meranti dapat mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam kegiatan pembelajaran harian, serta mengembangkan metode pengajaran yang lebih reflektif, aktif, dan berpusat pada siswa. (Ian)