0 menit baca 0 %

BUKA SELEKSI MQK TINGKAT KAB INHU, KAKANKEMENAG Dr. H. DARWISON, MA HARAPKAN SANTRI INHU MEWAKILI PROVINSI RIAU KE TINGKAT NASIONAL

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Rabu 21 Juni 2023, Kepala Kankemenag Kab. Inhu secara resmi membuka Seleksi Musabaqah Qira atil Kutub Tingkat Kab. Inhu Tahun 2023, tempat Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah, alamat Desa Kuala Gading, Kec. Batang Cenaku. Turut hadir Ketua FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pe...

Indragiri Hulu, (Inmas). Rabu 21 Juni 2023, Kepala Kankemenag Kab. Inhu secara resmi membuka Seleksi Musabaqah Qira’atil Kutub Tingkat Kab. Inhu Tahun 2023, tempat Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah, alamat Desa Kuala Gading, Kec. Batang Cenaku. Turut hadir Ketua FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Kab. Inhu KH. Cucu Sulaiman, M.Pd.I merupakan Pimpinan Ponpes Imadul Bilad; Bendahara FKPP Sobir Farid Suryani Huda, S.Sos.I selaku Direktur KMI (Kulliyatul Muallimin Wal Muallimat al Islamiyah) Ponpes Modern Syamsuddin; Kepala Desa Kuala Gading Wahyu; Staf Seksi PD. Pontren Kankemenag Kab. Inhu Sunaryo, S.Pd.I dan Muhammad Syaifuddin Ansori, S.H.I; Pinpinan Ponpes Tebuireng 4 Al-Ishlah Kyai Subhan; dan Para Dewan Juri.
Acara pembukaan diawali dengan sambutan tuan rumah Kyai Subhan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Seleksi Sobir Farid Suryani Huda, S.Sos.I.
Dalam laporannya, ketua paniti a menyampaikan bahwasanya seleksi dilaksanakan untuk sebelas cabang lomba dengan rincian Ula 23 orang; Wustha 24 orang; Ulya 4 orang; Debat Bahasa Inggris 4 regu (16 orang); Debat Bahasa Arab 1 regu (3 orang) Nadhom Alfiah 3 regu (15 orang); dan Nadhom Tasrifiyah 2 regu (10 orang). Total peserta 89 orang.
Salah satu kekhasan pesantren yang tidak dimiliki oleh entitas pendidikan lainnya adalah tradisi keilmuannya yang kuat dan mengakar dari generasi ke generasi. Tradisi keilmuan tersebut berupa pengajaran kitab kuning (turats) yang telah lama ada dan hingga kini bertahan di pesantren.
Pengajaran kitab kuning di pesantren merupakan maintenance of islamic knowledge and conservation of islamic legacies, melestarikan warisan pengetahuan keislaman yang diperoleh secara turun temurun dari generasi salaf al-shalih. Melalui tradisi pembacaan dan pengkajian kitab kuning, doktrin-doktrin dalam kitab kuning yang bersumber dan merujuk Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama, menjadi ruh dan jiwa yang menggerakkan dan mengarahkan kehidupan pesantren.
Tradisi keilmuan berbasis kitab kuning dapat menjamin adanya pembelajaran yang berurutan, berjenjang, dan tuntas pada semua bidang ilmu (fan), semisal Nahwu, Fikih, Ushul Fiqih dan sterusnya sesuai dengan tingkatan marhalahnya.
Pembelajaran kitab kuning menjamin keilmuan Islam itu bersanad, memeiliki mata rantai yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW. Termasuk memiliki klasifikasi bahkan afiliasi yang jelas. Mempelajari kitab kuning juga mengakomodasi berbagai ragam pola pembelajaran yang terlembagakan, seperti sorogan, bandongan, musyawarah, bahtsul masail, dan lain sebagainya.
Bahwa untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan, serta terjalinnya silaturahim antar pesantren seluruh Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, maka perlu diselenggarakan Musabaqah Qira’atil Kutub Tingkat Nasional Tahun 2023.
Pelaksanaan MQK Tingkat Nasional dimulai dari Tahapan Seleksi Tingkat Kab/Kota dan Provinsi, ujar Kakankemenag Kab. Inhu dalam sambutannya.
Ditambahkan Kakankemenag kiranya FKPP Kab. Inhu dapat menjadikan event seperti yang dilaksanakan hari ini menjadi agenda tahunan.
Kepada tuan rumah pondok pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah diucapkan terimakasih sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan maupun fasilitasi yang diberikan untuk mensukseskan seleksi MQK ini. Kepada para Dewan Juri kiranya melakukan penilaian secara jujur dan adil, ungkap H. Darwison.
Hasil seleksi mewakili Kab. Inhu mengikuti MQK Tingkat Provinsi Riau pada tanggal 24-25 Juni 2023 di Ponpes Al-Munawwarah Pekanbaru.
Selanjutnya, Kakankemenag Kab. Inhu H. Darwison berharap agar kiranya ada santri asal Kab. Inhu yang masuk dalam kontingen Provinsi Riau menuju MQK Nasional di Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Waktu dan tempat pelaksanaan selama 10 (sepuluh) hari pada bulan Juli 2023, tambah Kakankemenag Kab. Inhu mengakhiri sambutan/arahannya. Selanjutnya dengan mengucapkan kalimat basmalah secara resmi membuka seleksi.(tulang)