Riau (Inmas) - “Isolasi sampai saat ini tidak ada,
sampai saat ini tidak ada isolasi yang ada berdasarkan surat Kementerian
Kesehatan dalam rangka penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar
negeri, ada tambahan antigen untuk jamaah 10 persen dan kemungkinan bisa jadi
100 persen. Kita masih menunggu surat terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian
Kesehatan”. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.
Riau yang juga Wakil Ketua I Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH)
Debarkasi Haji Antara Riau Dr. H. Mahyudin, MA, Selasa (20/7/22).
Lebih lanjut Mahyudin mengatakan dalam rangka mencegah
penyebaran dan pengedalian Covid – 19 pemerintah memberlakukan protokol
kesehatan pada masa pandemi covid – 19 saat ini. Namun begitu hingga saat ini
belum ada kebijakan untuk tes kepada seluruh Jemaah haji.
“skenario awal bahwa tes mungkin dilakukan bagi jemaah yang kedapatan
sakit atau mendapatkan gejala-gejala yang memiliki indikasi sama dengan Covid.
Memang tidak ada karantina. jemaah yang sudah sampai ke Indonesia dapat
mengontrol kesehatan dirinya. Bila ada gejala-gejala, langsung bisa ke tenaga
kesehatan. Selama jemaah itu sehat walafiat dan segar bugar, kita tidak
melakukan tes”.
Sebagaimana dijelaskan didalam surat Kementerian Kesehatan Nomor
SR.03.04/C/3454/2022 tentang Protokol Kesehatan bagi pelaku perjalanan Luar
Negeri dan Domestik dan ketentuan tambahan bagi pengawasan Jemaah haji, bahwa
pengawasan kesehatan bagi Jemaah haji yang berangkat ke Arab Saudi dan tiba di
tanah air mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.
Sebagaimana ketentuan tambahan bagi pengawasan kedatangan jamaah haji,
maka Baik di debarkasi utama atau antara, pengambilan specimen dan pemeriksaan
kesehatan lanjutan dilakukan apabila ditemukan Jemaah haji yang demam dan
memiliki gejala dan tanda berkaitan dengan Covid -19 maupun penyakit dan/atau factor
resiko kesehatan masyarakat.
KKP
agar melakukan pemeriksaan skrining antigen Covid – 19 secara acak terhadap Jemaah
haji lainnya yang dinyatakan sehat saat di debarkasi terakhir (utama maupun
antara) dengan jumlah sekitar 10 persen dari setiap kloter yang ada