0 menit baca 0 %

Cegah Stunting Pada Anak Kasi Bimas Islam berikan Materi Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting

Ringkasan: Kampar ( Inmas ) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Kampar H. Maswir, MA yang juga sebagi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kab. Kampar  hadir berikan materi Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kab.

Kampar ( Inmas ) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kab. Kampar H. Maswir, MA yang juga sebagi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kab. Kampar  hadir berikan materi Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kab. Kampar, Selasa, 24/05/2022.

Acara yang dibuka Penjabat Bupati Kampar yang diwakili Sekretaris Daerah Kab. Kampar Drs. H. Yusri, M.Si didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kampar Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Edi Afrizal serta Kepala Bidang BKKBN Provinsi Riau.

Yusri dalam arahannya ketika menyampaikan Kabupaten Kampar sudah rutin selama 3 (tiga) tahun melaksanakan kegiatan stunting.

Pada tahun ini terdapat tim pendamping keluarga yang harus didukung oleh semua OPD terutama para Camat, agar mengkoordinir desa dan kelurahan untuk kegiatan percepatan penurunan stunting melalui dana desa.

Sementara itu Kasi Bimas Islam yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kampar  melalui Bimbingan perkawinan pra nikah atau disebut juga kursus calon pengantin berupaya memberikan bekal pengetahuan dan wawasan bagi calon pengantin sebelum berumah tangga, sehingga terwujud perkawinan yang berkualitas lahir dan batin.

Maswir  menyampaikan sesuai tugas pokoknya, Seksi Bimas Islam telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan bimbingan perkawinan dan Kemenag Kampar bekerja sama dengan BKKBN, praktisi kesehatan dan DP3A Kab. Kampar  untuk menciptakan ketahanan keluarga dan mendukung percepatan pencegahan stunting khususnya di Kab. kmpar.

“Bimbingan perkawinan yang kita laksanakan selain memberikan materi tentang keluarga menurut pandangan agama, juga materi tentang kesehatan secara fisik dan mental,” jelasnya. ( Ags / Fatmi )