0 menit baca 0 %

Ceramah Ramadhan, Kasi Penmad Jelaskan Pentingnya Moderasi Beragama

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Kasi Penmad Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, M.Syafri Johan,S.Ag,M.Pd.I jelaskan pentingnya moderasi beragama dalam ceramah ba'da Zuhur di Masjid Khairunnaas batu 6, Rabu (29/3/2023). Membawa ceramah bertemakan Menangkal Paham Liberal dan Sekuler, Johan mengangk...

Rokan Hilir (Inmas) - Kasi Penmad Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, M.Syafri Johan,S.Ag,M.Pd.I jelaskan pentingnya moderasi beragama dalam ceramah ba'da Zuhur di Masjid Khairunnaas batu 6, Rabu (29/3/2023). 

Membawa ceramah bertemakan Menangkal Paham Liberal dan Sekuler, Johan mengangkat isu isu seputar perilaku oknum yang cenderung ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Dirinya mengatakan bahwa dua kutub paham ekstrim tersebut merupakan tantangan besar bagi masa depan bangsa Indonesia khususnya umat Islam.

Terlebih dahulu Johan menjelaskan apa maksud dari ekstrim kanan dan ektrim kiri. Menurutnya, ekstrim kanan merupakan fundamentalisme beragama yaitu pemahaman dan sikap beragama yang sempit, tekstualis, anti perubahan dan anti pluralitas. 

Johan menjelaskan bahwa kelompok fundamentalis cenderung mengklaim kebenaran hanya pada kelompok mereka dan yang berbeda adalah sesat. Paham ini dapat melahirkan radikalisme dan tidak jarang berujung pada aksi terorisme. Sedangkan ekstrim kiri merupakan paham liberal dan sekuler yang mengagungkan kebebasan, memisahkan agama dan negara, yang melahirkan sikap ceroboh bahkan meremehkan agama. Semua bentuk paham ekstrem tersebut, jelas bertentangan dengan konsep agama dan Pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia.

"Ada beberapa solusi dalam menangkal perkembangan kedua kutub paham ekstrim. Pertama, paham harus dihadapi dengan paham pula, oleh karena itu umat Islam harus serius dan istiqomah memperdalam pemahaman dan ilmu Islam melalui jalur pendidikan agama dan guru yang jelas sanad ilmunya. Kedua, Mengamalkan Islam dengan memadukan antara tiga dimensi dalam keislaman, yaitu dimensi akidah, syariat dan tasawuf". ucap Johan. (BabangUst)