0 menit baca 0 %

Civitas Akademika MTsN 2 Dumai Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H

Ringkasan: Dumai (Inmas) Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, yang insya Allah jatuh pada tanggal 2 April 2022 menurut kalender, karena pemberitahuan resmi dari pemerintah belum keluar. Untuk itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tersebut, seluruh civitas akademika MTs Negeri 2...

Dumai (Inmas) – Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, yang insya Allah jatuh pada tanggal 2 April 2022 menurut kalender, karena pemberitahuan resmi dari pemerintah belum keluar. Untuk itu, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tersebut, seluruh civitas akademika MTs Negeri 2 Kota Dumai pada hari ini Kamis tanggal 31 Maret 2022 melaksanakan makan bersama dan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustad Gatot Suryanto, M.Pd. Acara ini dilaksanakan dari jam 09.00 sampai dengan 11.00 WIB di Aula MTs Negeri 2 Kota Dumai.

Peserta didik, Majelis Guru, staf Tata Usaha dan Karyawan MTs Negeri 2 Kota Dumai membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dimakan bersama-sama. Sebelum acara makan bersama peserta didik diajak bersholawat dan membaca Al- Qur’an dengan panduan Ibu Dra. Nuraida. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang sebelumnya doa makannya dipandu Ibu Yayuk Sri Lestari, S.E.

Setelah makan bersama, acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Al Ustad Gatot Suryanto, M.Pd selain beliau sebagai Dai, beliau juga mengajar di SMKN 2 Dumai. Sebelum memulai tausiah, pak ustad mengajak peserta didik yang kekenyangan menyanyi untuk mencairkan suasana. Dan mengingatkan mereka akan suatu serial drama anak yaitu Nusa. Dimana, pada serial tersebut tokoh utamanya selalu menyanyikan hal-hal yang harus dilakukan pada waktu makan, yaitu mencuci tangan sebelum makan, mengucapkan Bismillah atau doa lain, makan dengan menggunakan tangan kanan, biasakan makannya tak berdiri, jangan neniup makanan yang panas lebih baik dikipas, minum dalam 3 tegukan, pelan-pelan tidak seperti minum kuda atau kambing dan berhenti makannya sebelum kenyang. Dengan tausiah diselingi dengan nyanyian dan contoh-contoh yang ada di sekitar mereka, peserta didik antusias mengikuti tausiah.

Ustad Gatot menjelaskan kutipan ayat Al- Qur’an surat Al- Baqarah ayat 183, dimana setia muslim diwajibkan berpuasa, sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelumnya. Memanjangkan rambut adalah hak asasi setiap manusia, tidak ada yang melarangnya. Mendengar hal ini peserta didik bersorak gembira, karena menyangka mereka diperbolehkan memanjangkan rambut. Tapi setelah mendengar penjelasan ustad Gatot berikutnya mereka terdiam, karena larangan memanjangkan rambut kepada peserta didik adalah aturan madrasah yang harus diikuti semua peserta didik, lanjut pak ustad. Karena dengan memanjangkan rambut mencirikan peserta didik tidak taat aturan, tidak disiplin dan mengabaikan aturan. Begitu juga puasa, makan adalah hak asasi manusia, tapi ketika Allah SWT memerintahkan hal itu tidak boleh dilakukan di bulan puasa dan kita menaatinya, Allah akan memberikan ganjaran berupa pahala kepada kita. Dan Allah SWT membimbing kita menjadi manusia yang bertakwa dan akan menjadi kebiasaan baru yang akan menjadi karakterk dimasa yang akan datang. Orang yang bertakwa kepada Allah akan dimudahkan segala urusan dan akan diberikan rezeki dari pintu yang tidak disangka umatnya. Sebelum menutup tausiahnya, ustad Gatot memberikan trik sukses ibadah puasa yaitu : (1) Taat dan patuh kepada orang tua; (2) Sering baca Al- Qur'an; (3) Sering sholat dimasjid.

Sukses ramadhan tergantung kita. perbanyak amal, bantu orang tua, bersedekah, dan lainnya supaya bulan suci Ramadhan 1443 H ini dapat menambah pundi-pundi pahala kita disisinya, Aamiin.

Sebelum acara berakhir Kepala Madrasah MTs Negeri 2 Kota Dumai Drs. Muliadi kembali mengingatkan kepada peserta didik untuk berbuat amalan sebanyak-banyaknya di bulan suci Ramadhan, dan sekaligus memberikan pengumuman kepada peserta didik tentang libur sekolah di awal ramadhan.

MTs Negeri 2 Kota Dumai selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi bagi pengembangan madrasah. (Ririn/Arief)