Riau (Humas)- Maraknya paham atau aliran
keagamaan keagamaan yang muncul di masyarakat rentan
menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Untuk itu, identifikasi
dan deteksi dini harus dilakukan untuk mencegah munculnya
gesekan yang tidak diinginkan.
Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat menutup kegiatan Pembinaan Identifikasi Faham dan Aliran Keagamaan di Hotel Gelora Bhakti Pasir Pangaraian, Selasa siang (31/6/2022).
Kegiatan yang digelar oleh Bidang Urais Kanwil Kemenag Riau diikuti oleh 30 orang pesert yang terdiri dari tokoh agama, KUA, dan Penyuluh Agama Islam Non PNS. Hadir sebagai narasumber Kabid Urais H Agustiar S Ag, Dr H Zulfadlu Lc MA, H Mas Jekki Amri S Sos, H Zulkifli S Ag M Pd I dan Kepolisian.
Agustiar menyebtukan, tujuan kegiatan Pembinaan Identifikasi Faham dan Aliran Keagamaan merupakan upaya untuk membakelai para peserta untuk mengetahui paham menyimpang yang berpotensi menjadi radikal dan ekstrim.
“Semoga dengan kegiatan ini para peserta kita dapat memperdalam wawasan ilmu keagamaan, menanamkan jiwa nasionalisme, sehingga kedamaian tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu Zulkifli mengharapkan, dengan kegiatan Pembinaan Identifikasi Faham dan Aliran Keagamaan para tokoh agama dan penyuluh agama Islam dapat memahami dan mendeteksi dini aliran- aliran keagamaan yang menyimpang di lapangan.
“Biasanya paham- paham keagamaan menyimpang bergerak secara diam- diam tapi pasti, dan akan bermasalah saat terjadi masalah di lapangan. Semoga dengan kegiatan ini dapat mengantisipasi semua itu, karena bagaimanapun kondisi di lapangan saat ini ada beberapa aliran menyimpang,” ucap Plt Kemenag Rohul ini.