0 menit baca 0 %

Dijamu Layaknya Kesatria, Ka. Kanwil Kemenag Riau Ikuti Kande – Kandea

Ringkasan: Kendari - Tradisi kande-kandea merupakan tradisi makan bersama yang sangat umum ditemukan pada masyarakat Buton. tradisi Pekande-kandea merupakan sebuah tradisi untuk menyambut kembali para ksatria dan para leluhur dari medan perang. Namun, nilai dan maknanya adalah untuk menyambut para tamu, sebaga...

Kendari - Tradisi kande-kandea merupakan tradisi makan bersama yang sangat umum ditemukan pada masyarakat Buton. tradisi Pekande-kandea merupakan sebuah tradisi untuk menyambut kembali para ksatria dan para leluhur dari medan perang. Namun, nilai dan maknanya adalah untuk menyambut para tamu, sebagai wujud ekspresi kebahagiaan masyarakat Buton memberi suapan kepada para tamu atau pengunjung,

Sebagi tuan rumah pada event nasional Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara menggelar acara tersebut untuk menjamu para tetamu yang hadir. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA dengan menggunakan Kampurui bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Riau Hj, Rosnimar Mahyudin turut serta mengikuti tradisi tersebut, Senin (4/9/23) di Asrama Haji Kendari.

Hadir juga pada kegiatan tersebut Ibu Menteri Agama Eny Retno Yaqut, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag RI, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT, Pejabat Eselon I dan II Diten Pendis, Ka. Kanwil dan Ketua DWP Kemenag Provinsi Se – Indonesia.

“kande – kandea ini seperti pesta rakyat yang memuliakan pejuang atau tamu. Tradisi ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan ungkapan rasa syukur atas karunia dari Allah SWT kepada masyarakat dalam berbagai segi kehidupan. Istilah kita seperti kenduri atau makan berhidang pada orang melayu atau di Kampar Makan bajambau”.