Kendari - Tradisi kande-kandea merupakan tradisi makan
bersama yang sangat umum ditemukan pada masyarakat Buton. tradisi
Pekande-kandea merupakan sebuah tradisi untuk menyambut kembali para ksatria
dan para leluhur dari medan perang. Namun, nilai dan maknanya adalah untuk
menyambut para tamu, sebagai wujud ekspresi kebahagiaan masyarakat Buton
memberi suapan kepada para tamu atau pengunjung,
Sebagi tuan rumah pada event nasional Kompetisi Sains
Madrasah (KSM), Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara menggelar acara tersebut untuk
menjamu para tetamu yang hadir. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA dengan menggunakan Kampurui bersama Ketua Dharma
Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Riau Hj, Rosnimar Mahyudin turut serta
mengikuti tradisi tersebut, Senin (4/9/23) di Asrama Haji Kendari.
Hadir juga pada kegiatan tersebut Ibu Menteri Agama Eny Retno Yaqut, Wakil
Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag RI, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT, Pejabat
Eselon I dan II Diten Pendis, Ka. Kanwil dan Ketua DWP Kemenag Provinsi Se –
Indonesia.
“kande
– kandea ini seperti pesta rakyat yang memuliakan pejuang atau tamu. Tradisi ini
bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan ungkapan rasa syukur atas karunia
dari Allah SWT kepada masyarakat dalam berbagai segi kehidupan. Istilah kita
seperti kenduri atau makan berhidang pada orang melayu atau di Kampar Makan
bajambau”.