0 menit baca 0 %

Dilepas Plt Kakanwil, 12 Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikut Penguatan Keagamaan di Pusiba

Ringkasan: Riau (Humas)- Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Muliardi M Pd didampingi Plt Kabag TU Dr H Rahmat Suhadi M Pd melepas keberangkatan 12 orang siswa dan siswi MAN 1 Pekanbaru untuk mengikuti Program Penguatan Keagamaan di Pusat Studi Isalam dan Bahasa Arab (Pusiba) Bekasi...

Riau (Humas)- Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Muliardi M Pd didampingi Plt Kabag TU Dr H Rahmat Suhadi M Pd melepas keberangkatan 12 orang siswa dan siswi MAN 1 Pekanbaru untuk mengikuti Program Penguatan Keagamaan di Pusat Studi Isalam dan Bahasa Arab (Pusiba) Bekasi Jawa Barat, Selasa (9/1) di Aula Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau.

Muliardi sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh MAN 1 Pekanbaru. Karena Pusiba merupakan mitra Kemenag dalam mempersiapkan calon- calon mahasiswa Timur Tengah.

“Mudah- mudahan dengan kegiatan ini anak- anak kita bisa lebih matang dan lebih siap mengikuti seleksi ke perguruan tinggi favorit dalam dan luar negeri, khususnya ke Timur Tengah,” ungkapnya.

Namun demikian, tambah Muliardi, program tersebut harus dilakukan kontrol dan evaluasi sehingga apa yang dilakukan benar- benar tepat sasaran. Kedepan, dapat lebih dikembangkan agar dapat meningkatkan persentase jumlah siswa madrasah yang belajar di Timur Tengah dan Perguruan Tinggi ternama lainnya.

Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda M Pd dalam penyampaiannya menyebutkan, program pembinaan agama atau program intensif persiapan seleksi Timur Tengah di Pusiba merupakan upaya untuk memberikan jalan bagi siswa siswi madrasah yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit, dalam dan luar negeri, khususnya ke Timur Tengah.

“Program ini merupakan program unggulan yang diminati banyak siswa, karena dari kegiatan belajar 3 bulan di Pusiba, siswa yang berhasil masuk rangking 1 hingga 20 akan diberikan beasiswa penuh oleh Kemenag untuk belajar ke Timur Tengah selain berpelung untuk memasuki perguruan tinggi ternama di Indonesia,” jelas Norerlinda.

Sedangkan untuk materi pembelajaran miliputi qiraatil kutub, membaca koran atau majalah berbahasa arab, berbicara Bahasa Arab dan pendalaman ilmu agama pendukung lainnya. Sedangkan lama pendidikan mulai dari 8 Januari – 31 Maret 2024.

“Untuk mengontrol perkembangan siswa siswi kita, kita juga mengutus guru pendamping. Dengan demikian, segala bentuk perkembangan anak- anak kita, bisa kita ketahui secara langsung dan cepat,” ucap Norerlinda dan mengharapkan dukungan orang tua dan keluarga besar Kemenag agar siswa MAN 1 Pekanbaru bisa mengikuti pendidikan dalam rangka mematangkan persiapan mengikuti seleksi dalam negeri dan Timur Tengah. (*)