0 menit baca 0 %

DiPaSa Berikan Materi Moderasi Beragama, Junaidi Dasrul : Penyuluh Adalah Penyejuk

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Bangko Junaidi Dasrul,S.AP, hari ini Jum'at (4/11/2022) giat DiPaSa (junaiDi menyaPa Siswa) memberikan materi Moderasi Beragama pada Siswa SMPN 1 Bangko.Junaidi mengatakan tujuan pemberian materi moderasi beragama antara lain membentuk pola pikir...

Rokan Hilir (Inmas) – Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Bangko Junaidi Dasrul,S.AP, hari ini Jum'at (4/11/2022) giat DiPaSa (junaiDi menyaPa Siswa) memberikan materi Moderasi Beragama pada Siswa SMPN 1 Bangko.

Junaidi mengatakan tujuan pemberian materi moderasi beragama antara lain membentuk pola pikir dan paradigma yang moderat dan inklusif.

“Bagaimana tanggungjawab kita sebagai Penyuluh Agama Islam menjadi agen moderasi beragama di Kabupaten Rokan Hilir, menjadi model orang yang moderat, orang yang inklusif, tidak eksklusif, orang yang menciptakan suasana yang harmonis,” tutur Junaidi 

Junaidi juga menambahkan bahwa kondisi masyarakat Rokan Hilir khususnya Kecamatan Bangko sangat heterogen dan majemuk. Untuk itu lanjutnya, butuh adanya keseimbangan dan kehidupan bermasyarakat, sehingga peran penyuluh sangat dibutuhkan.

“Saya menyadari bahwa Penyuluh non PNS adalah perwakilan dari masyarakat untuk menyejukkan masyarakat,” ungkap Junaidi.

Lebih lanjut pria ramah dan humoris ini menggambarkan tentang moderasi beragama adalah jalan tengah. 

“Berfikir kita adalah moderasi beragama, memandang jalan tengah dalam menjalani hidup ini. Tidak dapat dipertentangkan antara agama dan negara. Berfikir kita adalah moderasi beragama dalam rangka mewujudkan kehidupan yang tentram, harmoni, dan damai,” terangnya.

Junaidi menjelaskan bahwa moderasi beragama yang merupakan satu dari tujuh program prioritas Kementerian Agama, mengharuskan penyuluh untuk mampu menjadi agen dalam menyampaikan moderasi beragama di masyarakat. 

“Kita harus mampu menjadi agen moderasi, kita semua merupakan pelurus bagi paham-paham yang ekstrim kanan maupun ekstrim kiri,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan hari ini terhadap Siswa SMPN 1 menurut Junaidi menyampaikan kepada Siswa tentang pentingnya pemahaman moderasi beragama bagi pelajar 

"Pelajar adalah aset bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini, untuk itu harus dibekali dengan pengetahuan yang tidak menyesatkan terhadap pemahaman agama yang keliru, jauh dari pola pikir yang menyesatkan," ucap Junaidi. (AjdSyaheed)