0 menit baca 0 %

Dr. H. Mahyudin, MA : FKPP memiliki prinsip tanggung jawab kepada umat dan pondok pesantren

Ringkasan: Rokan Hilir (Humas)- Organisasi FKPP  memiliki prinsip tanggung jawab kepada umat dan pondok pesantren sebagai wadah komunikasi dan koordinasi untuk eksistensi pondok pesantren di Kabupaten Rohil. Demikian poin awal Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan sambutan pada acara Pengukuh...

Rokan Hilir (Humas)- Organisasi FKPP  memiliki prinsip tanggung jawab kepada umat dan pondok pesantren sebagai wadah komunikasi dan koordinasi untuk eksistensi pondok pesantren di Kabupaten Rohil. Demikian poin awal Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan DPD FKPP Kabupaten Rohil periode 2020-2025, Kamis (27/08).

Mahyudin berharap melalui organisasi tersebut dapat menggandeng dan pendampingan bagi para pondok pesantren di Riau, khususnya lagi Rohil, agar mampu lebih aktif melaporkan proses pembelajaran pada pondok pesantren.

“Wadah ini dapat dijadikan tempat koordinasi dan komunikasi bersama bagi ustadz dan ustadzah memajukan pondok pesantren,” ucapnya.

Selanjutnya Mahyudin menegaskan organisasi tersebut diharapkan bisa melakukan kerjasama dengan pemerintah, dan lembaga lain, maupun masyarakat untuk meningkatkan peran dan fungsi dengan mengedepankan orientasi keagamaan.

Disisi lain, Kakanwil sedikit menyayangkan dari 280 pondok pesantren di Riau, baru 48 pondok pesantren yang Salafiah. Sisa lainnya adalah ponpes Khilafiyah.

“Di Rokan Hilir sendiri baru ada 3 pondok salafiyah,” sebutnya.

"Tentu saja di forum ini pula akan dibicarakan masalah ini nanti," sebutnya lagi.

Pihaknya mengaku akan  mendorong agar pondok salafiah ini lebih berkembang  lagi di Riau. Mengingat pondok pesantren ini adalah sarana untuk  melahirkan ahli agama atau kiyai di masa yang akan datang.

“Diharapkan Forum FKPP ini nanti bisa duduk  bersama mendiskusikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar kader ulama bisa lebih banyak lagi lahir di negeri ini.” Tukasnya.

Disamping itu, Mahyudin mengatakan  perhatian pemerintah adalah sebuah keniscayaan. “ Artinya sangat-sangat penting untuk memajukan ponpes kita, karena pondok pesantren lembaga pendidikan tertua di republik ini,” tegasnya.

Ia meyakini perhatian pemerintah hari ini semakin membuka mata masyarakat bahwa menyekolahkan anak ke pondok adalah sebuah keutamaan. 

“Bahkan di provinsi Riau saat ini sedang disusun perda untuk pondok pesantren, kemarin sudah ada di Siak, dan daerah lainnya. Tentu kami yakin dan percaya juga akan segera menyusul di rohil, yang penting koordinasi FKPP dengan Pemkab setempat berjalan intens, tentu memudahkan niat ini." Harapnya.

Mahyudin menduga jika sudah ada perda, pemerintah daerah sangat mudah untuk mengumpulkan anggaran-anggaran yang akan dialokasikan kepada pontren. 

Misalnya saja sudah lahir hari santri yang disepakati setiap 22 Oktober dan lahirnya undang-undang. 

Ia menambahkan dibalik penundaan keberangkatan jemaah haji tahun 2020 banyak hikmah yang bisa dipetik. Contohnya saja, dana haji yang cukup besar dari APBN, bukan dari dana jemaah sendiri  bisa dikucurkan untuk pondok pesantren dan jaminan produk halal. 

Perhatian pemerintah saat ini disamping melahirkan hari santri, juga tengah menyiapkan dana yang besar yang akan dilimpahkan untuk pondok pesantren. (Nsh)