BANTAN (Inmas) - Kesehatan reproduksi tidak terlepas pada kesehatan organ intim. Kesehatan Reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Menjaga kesehatan organ reproduksi berawal dari menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan vagina yang bertujuan agar vagina tetap bersih, normal, sehat dan terhindar dari kemungkinan muncul adanya penyakit.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh dr. Juli dari Puskesmas Selatbaru Kecamatan Bantan dalam acara Bimbingan Perkawinan yang diadakan oleh Kantor Urusan Agama Kec. Bantan, pada hari Selasa(15/08/2023). Lebih lanjut dr. Juli mengatakan bahwa Kehidupan pernikahan yang bahagia dan mempunyai keturunan yang sehat, cerdas adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi tak jarang banyak permasalahan yang timbul dalam pernikahan, salah satunya masalah Kesehatan. Sebagai contoh adalah masalah infertilitas (gangguan kesuburan), kehamilan berisiko, bayi lahir tidak sehat, keguguran, dll. Oleh karena itu sangat penting sebelum pernikahan untuk mempersiapkan Kesehatan reproduksi kita.
Menurut dr. Juli beberapa persiapan pranikah yang terkait dengan Kesehatan reproduksi salah satunya adalah Pemeriksaan Kesehatan. Pemeriksaan Kesehatan ini dilakukan idealnya adalah 3 bulan sebelum tanggal pernikahan. Manfaatnya adalah untuk (1) Mengetahui status kesehatan calon pengantin (catin), (2) Memberikan waktu pengobatan apabila ditemukan masalah kesehatan, (3) Mencegah penularan penyakit kepada pasangan,(4) Mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang sehat dan (5) Mempersiapkan kehamilan dan menghasilkan keturunan yang sehat dan berkualitas.
Menurut dr. Juli, pada saat pemeriksaan calon pengantin akan diberikan pertanyaan tentang keluhan Kesehatan yang sedang dialami, riwayat Kesehatan, dan deteksi dini adanya masalah kejiwaan. Kemudian catin akan dilakukan pengukuran tekanan darah, Berat badan, Tinggi badan, Lingkar lengan atas (LILA), tanda- tanda anemia, pemeriksaan darah rutin (Hemoglobin, golongan darah dan rhesus), pemeriksaan urin rutin, dan pemeriksaan lain atas indikasi medis seperti gula darah, IMS, HIV, malaria, thalassemia, Hepatitis B, TORCH. Dan selanjutnya akan diberikan KIE dan konseling Kesehatan reproduksi, pemberian tablet dambah darah, skrining dan imunisasi TT , serta pengobatan sesuai permasalahan Kesehatan.
Kegiatan Penyuluhan ini berjalan lancar, terlihat antusiasme para calon pengantin yang berjumlah 30 orang. Hal ini juga dapat dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya bahkan melakukan konsultasi secara pribadi dengan narasumber. Harapannya, penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya calon pengantin, mengenai cara merawat dan menjaga kesehatan organ intim agar terhindar dari berbagai bahaya penyakit. (Timredaksikuakecbantan)