Siak (Inmas) – Kepala Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya yang juga Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak bersama pengurus FKUB Kabupaten Siak lainnya mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) FKUB se Provinsi Riau yang dimulai dari tanggal 19 s.d 20 Agustus 2022 di Hotel Grand ZURI Kota Dumai. Kegiatan ini difasilitasi oleh FKUB Provinsi Riau ini mengusung tema "Membangun sinergitas umat beragama provinsi riau untuk meningkatkan indek kerukunan menuju tahun toleransi 2022".
Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang, utusan dari masing-masing kabupaten/kota sebanyak 3 orang pengurus FKUB. Acara pembukaan langsung dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, Jumat (19/08/2022) malam, dan turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA, Serta Sekretaris Kota Dumai H Indra Gunawan S Ip MSi. Gubri dalam sambutannya, beliau menyampaikan banyak permasalahan tidak hanya terkait dengan kerukunan, namun juga berbagai persoalan yang cukup komplit pada saat ini.
"Diantaranya, indeks kerukunan Provinsi Riau masih jauh dibawah dilihat dari hasil indek kerukunan nasional. Ini mesti ditingkatkan karena bicara kerukunan Riau kondusif dan bahkan tidak ada kasus-kasus kerukunan yang besar menyita perhatian publik. Meskipun masyarakat kita heterogen namun suasana persatuan dan kebersamaan tetap terjalin baik dimasyarakat," kata Syamsuar.
Oleh karena
itu, seperti dikutip dari laman riaupunya.com, Pemerintah Provinsi Riau pada
tahun ini mengucurkan dana bantuan untuk FKUB Provinsi Riau sebesar Rp 1
milyar, agar program-program FKUB dapat dilaksanakan, indek kerukunan pun pada
tahun 2023 yang akan datang diharapkan bisa naik. "Kita juga telah
menyurati Bupati/Walikota se Riau agar memberikan atau menganggarkan dana untuk
FKUB didaerahnya masing-masing, ini kita tegas kan harus, karena sangat
penting," tegas Syamsuar.
Dikesempatan itu, Gubri Syamsuar juga menyinggung permasalahan peredaran
narkoba yang cukup tinggi di Riau, segala upaya dilakukan agar ini dapat
berkurang. "Ke depan pengetahuan tentang narkoba harus masuk dalam
pembelajaran disekolah, agar anak-anak kita terhindar dari barang haram yang
merusak generasi ini," pungkasnya.
Bersempena dengan kegiatan ini FKUB Provinsi Riau memberikan penghargaan kepada Gubernur Riau Syamsuar sebagai Tokoh Kerukunan Provinsi Riau dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Mahyudin sebagai tokoh moderasi provinsi Riau. (Hd)