Kemuning (Inmas) – Perjalanan hidup serta lika- liku seorang anak manusia tiadalah yang tahu kecuali Tuhan-Nya. Kadang orang yang dianggap paham dan ditokohkan belum tentu dulunya juga sejalan dengan apa yang dilakukannya saat ini. Dalam wilayah seperti inilah kuasa Tuhan sangat berpengaruh dalam membolak balikan hati seorang hamba-Nya.
Sejalan dengan ilustrasi di atas, pada Senin (18/09) sekitar pukul 22.00 WIB bertepatan dengan MTQ ke 53 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir yang dilaksanakan di lapangan bola Raja Mahmud Kemuning telah mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda masuk Islam. Dua keluarga dari suku pedalaman kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning ketika dikonfirmasi oleh pihak KUA Kec. Kemuning mengaku bahwa dirinya ingin masuk agama islam tanpa paksaan dari siapapun. pengikraran dua kalimat syahadat ini dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hilir H Muhammad Wardan. Pada kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir H Harun SAg MPd dan Ustadz Dr Ridho Ulwahyudi MA sebagai saksi serta dipandu oleh KUA Kecamatan Kemuning H Fachrudi Rasyid SAg MPdI dan disaksikan oleh seluruh warga yang hadir pada pembukaan MTQ Ke 53.
Kakan Kemenag Inhil H Harun SAg MPd menyampaikan bahwa keputusan yang diambil oleh dua kepala keluarga beserta anaknya untuk masuk Islam sangat tepat, akan tetapi keduanya masih memerlukan bimbingan dari Ustadz, Guru Agama dan Penyuluh Agama Islam agar hati dan fikirannya tercerahkan dalam menjalani kehidupan baru sebagai umat Islam.
“Keputusan dua kepala keluarga bersama anaknya untuk masuk Islam, merupakan hidayah yang tak ternilai dari Allah SWT, untuk itu bersukurlah pada Allah atas dibukanya pintu hatinya,” kata H Harun.
Dia juga menegaskan penyataan masuk Islam dengan membaca syahadat tentu belum cukup, menurutnya perlu adanya upaya untuk menyempurnakan seseorang yang telah masuk Islam, paling tidak mereka itu harus diberi pemahaman, pendampingan oleng para Kyai, Ustadz maupun para penyuluh agama Islam agar mereka memahami apa yang harus dilakukan setelah masuk Islam.
“ Menjadi tugas kita bersama baik para Kyai, Ulama, Ustadz maupun para penyuluh Agama Islam untuk memberikan pembinaan, mendampingi dan memberikan pemahaman pada mereka yang baru saja masuk Islam,” tegasnya.***(Ria/Utar/HD)