Riau - Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Edwar S. Umar, MA menutup kegiatan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Provinsi Riau ke – 7, Minggu Malam (25/6/23) di Pondok Pesantren Al Munawwarah Pekanbaru.
Dalam sambutannya Kabid Papkis mengatakan Pondok pesantren mempunyai jenis-jenis yang berbeda namun memiliki satu tujuan yang sama. Pesantren ini masih mempertahankan bentuk aslinya dengan mengajarkan kitab. belajar kitab kuning adalah suatu kewajiban termasuk juga pada PK PPS.
Selain itu selama ini pondok pesantren selalu dikaitkan dengan lembaga pendidikan pendalaman agama. Pondok pesantren dapat juga membekali santrinya skill memiliki jiwa berwirausaha alias santri preneur.
“Pondok Pesantren juga mendidik santri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat lingkungan dalam rangka usaha pembangunan masyarakat bangsa. Pondok pesantren mengarahkan santrinya untuk entrepreneurship, punya usaha produkrif”
Lebih lanjut Edwar mengatakan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan formal yang saat ini diminati masyarakat. Pondok pesantren di Provinsi Riau terbanyak di sumatera.
“Pondok pesantren di Provinsi Riau terbanyak ke dua di Sumatera setelah Aceh, sepuluh tahun kedepan mungkin bisa melebihi aceh, saat ini Pondok pesantren menjadi Idola di masyarakat”.
Terakhir Edwar berpesan kepada santri yang berprestasi agar tidak berpuas diri dengan hasil yang didapat hari ini karena santri tersebut akan mewakili provinsi Riau di tingkat Nasional.
“santri yang berprestasi pada hari ini, jangan berpuas diri karena akan berlaga di tingkat nasional”
Hadir dalam kegiatan tiga tahun sekali ini Ketua FKPP Provinsi Riau, Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawwarah, Ketua FKPP Kab/Kota se – Prov. Riau, Pimpinan Pondok Pesantren se Prov. Riau, dan Kontingen MQK Tingkat Prov. Riau Ke – 7 serta Undangan lainnya.