Pekanbaru (Inmas). Genap sepuluh hari pelaksanaan kegiatan English Bootcamp, acara penutupan diselenggarakan, Rabu (12/7). Bekerjasama dengan Homie English, kegiatan ini merupakan kegiatan mempersiapkan siswa dalam menghadapi kemajuan zaman dengan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa, demi menghasilkan generasi juara yang mampu berkomunikasi dengan bahasa internasional.
Dimulai dengan kegiatan apel pagi seperti biasanya. Kepala Madrasah melalui Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Cholid, M.A., menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam bahasa inggris sehingga di masa depan nanti sebagai calon pemimpin mereka mampu berkomunikasi secara internasional. "This program accomplish your ability to speak english. As leader in the future, you have to communicate in english, so you dont look fool around international people."
Roby Kurniawan, MA. Tesol Awardee Shcolarship Fullbright Central Michigan University, dalam kesempatannya memberikan pidato motivasi menyampaikan bahwa perjalanannya menggapai mimpi tidaklah mudah. Ketika beliau menyadari bahwa minatnya adalah bahasa inggris, beliau terus belajar meskipun sulit, beliau tidak menyerah. "Seteleh tamat SMK tidak langaung melanjutkan kuliah, I didn't have many, i took three gap years. Setelah tamat SMK, I could speak english and i thought that i want to study in university." tuturnya. Dalam Motivation Speech Roby pagi itu, beliau menguraikan prosesnya sebagai seorang anak petani yang berangkat sekolah dengan sepeda, tidak pernah menyerah melangkah maju. Beliau memutuskan melanjutkan kuliah setelah tiga tahun lulus SMK sampai sukses bergelas master di Michigan University.
Setiap kelas mempersembahkan penampilan sebagai penutup acara. Masing-masing kelas mengisi dengan penampilan, solo song, story telling, speech, dan yel-yel kelas. Selanjutnya, siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti post-test untuk mengukur kemampuan siswa selama sepuluh hari tekun belajar bahasa inggris.