Bantan (Inmas) -.Dalam upaya untuk meminimalisir penyakit masyarakat dan membangun ketahanan keluarga yang kuat, kegiatan penguatan ketahanan keluarga melalui komunikasi efektif diselenggarakan di Aula Desa Berancah Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada Kamis, 3 Agustus 2023.
Kegiatan ini terselenggara hasil kerjasama dengan berbagai organisasi keagamaan dan sosial; PPRK Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Bengkalis, PC Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Bengkalis, dan PUAN Melayu Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis.
Acara yang berlangsung dari jam 14.00 sd 16.00 wib tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai agama dan lembaga, termasuk Bapak Kepala Desa Berancah Turadi, A.Md, Ketua RW, Kadus, Ketua RT, tokoh masyarakat agama Islam, agama Kristen, dan Buddha dan ibu RT. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari UIN Sutan Syarif Kasim Pekanbaru dan STAIN Bengkalis juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya komunikasi efektif dalam memperkuat ikatan keluarga serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit masyarakat yang dapat merusak tatanan keluarga.
Eny Gustinawati sebagai salah seorang narasumber dari PC Muslimat NU Kab. Bengkalis yang juga Penyuluh Agama Islam di KUA Kec. Bantan menyampaikan materi mengenai beberapa Upaya menjaga Ketahanan Keluarga dengan peran komunikasi dalam keluarga dan masyarakat dalam meminimalisir penyakit-penyakit yang meresahkan.
Dalam sesi materi, Eny Gustinawati menggarisbawahi beberapa hal yang harus dihindari dalam menjaga keluarga yang kuat dan harmonis.
1. Pernikahan yang tidak tercatat:.
Menurut Eny Gustinawati pentingnya memiliki pernikahan yang tercatat secara resmi di lembaga yang berwenang. Pernikahan yang sah secara hukum memberikan perlindungan dan hak-hak bagi kedua pasangan serta anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut.
2. 2. Poligami
Eny Gustinawati menyampaikan bahwa keinginan poligami harus penuh pertimbangan dan keadilan terhadap istri-istri yang ada. Poligami yang tidak dilakukan dengan adil dan penuh tanggung jawab dapat menyebabkan konflik dan ketidakbahagiaan dalam keluarga.
3. 3. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Eny panggilan akrarabnya sangat menekankan tentang bahaya kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa keluarga harus menjadi tempat yang aman dan penuh kasih, bukan tempat untuk melampiaskan emosi negatif.
4. 4. Narkoba.
Eny menyoroti dampak negatif narkoba dalam keluarga. Penggunaan narkoba dapat merusak hubungan antar anggota keluarga dan mengancam kestabilan rumah tangga.
5. 5. Pornoaksi/Pornografi.
Dalam materi penguatan ketahanan keluarga, Eny menekankan bahaya dari eksposur terhadap materi pornoaksi atau pornografi. Hal ini dapat merusak nilai-nilai moral dan mengganggu kesehatan hubungan suami-istri.
Acara ini dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan penyampaian materi dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta diajak untuk berpartisipasi aktif sehingga mereka dapat lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh keluarga dan masyarakat serta berbagi solusi untuk meminimalisir penyakit masyarakat.
Bapak Kepala Desa Berancah, bapak Turadi, menyatakan dukungannya atas kegiatan ini. "Keluarga yang kuat dan penuh cinta kasih adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera," ujarnya.
Kehadiran berbagai tokoh masyarakat dan mahasiswa KKN dari berbagai perguruan tinggi juga menunjukkan antusiasme dan kesadaran tinggi dalam berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini dan berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang untuk memperkuat ikatan keluarga dan mencegah penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkalis. Acara ini menjadi momen penting untuk membuka dialog dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga, sekaligus menghindari hal-hal yang dapat merusak ikatan dan harmoni keluarga. Harapannya melalui kegiatan ini akan membawa dampak positif dan menjadi langkah awal dalam membangun keluarga yang kokoh dan sejahtera di Kabupaten Bengkalis.