BENGKALIS (Inmas) – Berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam sejak di SK kan pada tahun 2005 oleh Menteri Agama Republik Indonesia kini Eny Gustinawati mewakili Riau di ajang Penyuluh Agama Islam award di Tingkat Nasional Tahun 2023.
Melalui Seksi Bimas Islam Eny Gustinawati telah banyak mengikuti program kerja seperti Sosialisasi, Pembinaan, Bimtek dan lain sebagainya. Menurut pengakuannya di ajang penyuluh agama islam award ini (dulunya penyuluh Agama Islam teladan) telah mengikuti beberapa kali perlombaan. Di tingkat Kabupaten saja telah lebih kurang 4 atau 5 kali dan untuk tahun 2023 meraih sebagai pemenang terbaik I Kategori Kesehatan Masyarakat Tingkat Kabupaten mewakili Bengkalis di Tingkat Provinsi dan dilanjutkan ke Tingkat Nasional mewakili Riau pada kategori yang sama. Bagaimana ceritanya ??
Berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam terdapat dua macam jenis yakni PNS dan Non PNS. Eny Gustinawati adalah Penyuluh Agama Islam PNS dengan jabatan Fungsional. Memberikan penyuluhan dan pemahaman agama Islam kepada masyarakat sudah menjadi kewajibannya.
Dalam kegiatan Penyuluh Agama Islam award (teladan), telah pun Ia ikuti baik ditingkat Kabupaten, Provinsi dan sekarang berhasil ke Tingkat Nasional.
Di tingkat Kabupaten lebih kurang 4 atau 5 kali telah diikuti Pengalaman cemas dan grogi, pahit manis, suka duka, susah senang telah pun dijalaninya. Hingga akhirnya pada tanggal 15 Juni 2023 yang lalu keluar sebagai pemenang pertama Penyuluh Agama Islam teladan Asal KUA Kecamatan Bantan se-Kabupaten Bengkalis yang akan melanjutkan di tingkat Provinsi dan kemudian berhak pula ke tingkat Nasional.
Menjadi kebanggaan tersendiri bahwa untuk tingkat Nasional diantara 205 orang penyuluh agama yang dinyatakan berhak mengikuti penyuluh agama islam award. Maka sebagai seorang wanita kelahiran Bukit Batu merasakan suatu kehormatan tersendiri dapat mewakili Riau untuk Penyuluh Agama Islam award di tingkat Nasional.
Sejarah perjalanan ke tingkat Nasioanl ini berawal dari keiikutsertaannya dalam ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam teladan PNS dan Non PNS yang terdiri dari 3 aspek penilaian, yakni portifolio, karya tulis ilmiah dan vidio yang bertempat di Aula Mini Lantai 1 Kantor Kemenag Bengkalis, Kamis 15 Juni 2023 lalu. Saat itu Eny Gustinawati, S.Ag dinilai sebagai pemenang pertama Penyuluh Agama Islam teladan Asal KUA Kecamatan Bantan.
Setelah di ajang Penyuluh Agama Islam Teladan ini Eny Gustinawati berhak mewakili Kabupaten Bengkalis di ajang Penyuluh Agama Islam Tingkat Provinsi di Pekanbaru. Disini Eny akan dinilai melalui wawancara dan tanyajawab, lalu memaparkan presentase PPT penyuluhan bertema Percepatan Penurunan Stunting Melalui Penyuluhan EMAS (Emak Menyusui Atasi Stunting) di Kabupaten Bengkalis. Tak cukup itu Eny juga dinilai pada aspek portifolio, karya tulis ilmiah dan vidio (Youtube). Kemudian pada tanggal 31 Juli 2023 Eny dinyatakan sebagai pemenang penyuluh agama islam award terbaik kategori Kesehatan Masyarakat.
Setelah dipastikan sebagai terbaik di kategori kesehatan masyarakat di tingkat Provinsi maka diantara 205 orang penyuluh agama islam se-Indonesia Eny termasuk salah satu penyuluh agama pada nominasi Penyuluh agama Islam Award tingkat nasional.
Menurut pengakuannya di tingkat Nasional terdiri dari beberapa tahap. Dimulai dengan tahap pendaftaran 24 Juli 2023 s/d 31 Juli 2023, seleksi tahap I 31 Juli 2023 s/d 2 Agustus 2023, tahap pengumuman Nominasi 3 Agustus 2023, seleksi tahap II 7 Agustus 2023 s/d 9 Agustus 2023 dan penghargaan 9 Juli 2023. Untuk penilaian dilakukan oleh tim verifikasi pusat secara online dan offline. Penilaian secara online menggunakan Google Drive, para peserta diharuskan mengirimkan portifolio, karya tulis ilmiah dan vidio di link yang telah di tentukan. Khusus Eny Gusniwati mengambil kategori kesehatan masyarakat bertemakan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Penyuluhan EMAS (Emak Menyusui Atasi Stunting) di Kabupaten Bengkalis.
Tambah Eny lagi setelah dilakukan penilaian maka diantara 205 peserta tadi diseleksi dan hanya 49 penyuluh agama yang akan dipanggil ke Jakarta untuk dilakukan wawancara dan tatap muka. Maka setelah dari Jakarta ini nantinya peserta akan ditetapkan sebagai pemenang untuk tingkat Nasional. Semoga berhasil. (hzn)