0 menit baca 0 %

Etika dalam Keadaan Sakit Bagi Jamaah Haji

Ringkasan: Makkah (Inmas) - Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita sehat dan adakalanya kita sakit. Ketika sehat, bersyukurlsh selalu kepada Allah SWT dengan memujinya (tahmid) dan menggunakan nikmat sehat dengan beribadah kepada-Nya.Namun, adakalanya kita sakit.

Makkah (Inmas) - Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita sehat dan adakalanya kita sakit. Ketika sehat, bersyukurlsh selalu kepada Allah SWT dengan memujinya (tahmid) dan menggunakan nikmat sehat dengan beribadah kepada-Nya.

Namun, adakalanya kita sakit. Pada saat sakit, hendaklah kita:

1. Berbaik sangka kepada Allah, karena dengan sakit tersebut Allah memberikan keringanan bagi kita. Sebab, bagi orang sakit, baginya banyak keringanan, seperti boleh menunda thawaf, sa'i dan tahallul sampai sehat, boleh tidak thawaf wada' tanpa dikenakan dam, boleh menjamak (mengumpulkan dua waktu shalat pada satu waktu) shalat nya , boleh shalat duduk bahkan berbaring jika sakit, boleh tidak berjamaah di masjidil haram jika sakit.

2. Sabar dalam keadaan sakit. Bagi mereka yang mampu sabar dengan penyakit yang dihadapi, maka Allah gugurkan dosanya. Sekiranya dosanya telah habis, maka dengan sabar tersebut diganjar dengan pahala.

3. Berobat sebagai bentuk ikhtiar bagi mereka yang sakit. Setelah berikhtiar dengan berobat, barulah bertawakkal kepada Allah (QS. Ali imran (3): 159)

4. Senantiasa berdoa kepada Allah agar disembuhkan dari penyakitnya.

Demikian etika kalau kita sakit. Namun jika orang lain sakit, maka kita dianjurkan untuk menjenguknya sekaligus memberikan motivasi agar ada rasa optimis untuk sembuh dari sakit serta sabar dalam menghadapi penyakit.

Alhamdulillah pagi ini jam 07.20 WAS Fahmi wahyudi (TPHI), Muhammad fakhri (TPIHI), Pria Budi dan Hasbirullah (TPHD) mengunjungi bapsk Bahri Said yang sudah kembali ke hotel setelah beberapa hari dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI).