Riau (humas) - Kabid Urais Drs H Afrialsah Lubis MPd mengingatkan kepada jajaran KUA untuk menjaga kedisiplinan, bekerja sesuai dengan aturan dan regulasi, serta profesional. Terkhususnya lagi kepada calon penghulu yang sudah mengikuti pelatihan Calon Penghulu Angkatan I secara online/e-learning selama dua hari ini 3 s.d 4 Agustus 2020.
Keterangan itu diperoleh humas usai kegiatan evaluasi Pelatihan Calon Penghulu Angkatan I yang berlangsung di Ruangan mini Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Selasa (07/08).
Mantan Kasubbag Kepegawaian ini mengatakan untuk mendukung kelancaran tugas dan fungsi KUA, termasuk penghulu di masyarakat perlu terus dilaksanakan pembinaan dan sosialisasi. "Apakah itu tentang pelayanan publik, pendalaman materi tentang munakahat, ataupun tentang konten khutbah nikah termasuk makhrijul hurufnya," katanya.
Kepada empat calon penghulu yang sudah mengikuti pelatihan daring ini bersyukur memiliki background agama, maka diharapkan selepas ini untuk melaksanakan tugas kepenghuluannya sesuai dengan K3 I, ujarnya.
Apakah itu K3 I? K yang pertama penghulu harus memiliki sebuah komitmen untuk membangun institusi Kemenag yang lebih baik. Kedua penghulu harus memiliki kecerdasan. Artinya penghulu harus terus mengupgrade ilmu pengetahuan khususnya bidang Informasi teknologi.
Menurutnya ketika penghulu menguasai IT, maka aplikasi Simkah- web dapat dilaksanakan demi tercapainya akselerasi pelayanan yang lebih akurat dan tepat sasaran. "Dalam hal ini kepuasan masyarakat menjadi kunci suksesnya seorang penghulu secara optimal," sebut Afrialsah.
Ketiga, penting bagi penghulu untuk membangun koordinasi dengan pemerintah setempat. "Entah itu camat, Polsek, majelis ulamanya," katanya lagi. Dengan demikian maka akan terbangun koordinasi internal di Kemenag sendiri.
"Di masing masing KUA sangat perlu dibangun koordinasi, agar tidak terjadi sikut menyikut, jatuh menjatuhkan, sehingga terbangun Kemenag yang bernilai dan berbudaya.
Terakhir, penghulu harus mampu membangun image ditengah masyarakat. Ia sangat menyayangkan jika ada KUA kecamatan yang bekerja tidak maksimal, tidak disiplin dan lamban mengupgrade diri.
Ia mengaku yang terjadi selama ini di Riau masih kurangnya kompetensi IT jajaran KUA dan penghulu di Riau. "Khusus pelayanan publik dan IT yang saya lihat perlu dibenahi secara kontiniu, pelayanan publik tanpa penguasaan IT otomatis pelayanan tidak akan optimal, terlebih sekarang semua berbasis IT," harapnya.
Sebagai ujung tombak Kemenag dalam memberikan pelayanan, Afrialsah menegaskan bahwa KUA dan penghulu harus mampu bekerja secara profesional.(vera)