Siak (Inmas) – Fasda Tanoto Foundation Siak sukses menggelar pendampingan pada Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Rayon I, yang diikuti oleh 25 guru-guru dari MI se Kecamatan Siak, Mempura dan Dayun di MI As Sidiqiyah Siak. Tampak Kepala MI As Sidiqiyah Siak, al Ustadz Idris, S.Pd.I selaku Fasda MBS turut mendampingi DC. dan Fasda Tanoto Foundation Kabupaten Siak, Sri Wahyuni (DC), Suhelia Yanuarmi, M.Pd (Fasda), Sri Hartini, S.Pd. SD (Fasda), dan Lili Kodriati, S.Pd (Fasda). Para peserta tampak antusias dan semangat mengikuti KKG yg dimulai pukul 14.30 s/d 16.30 WIB sore tadi. (Jumat, 05/08/2022)
Materi yang akan dipraktekkan adalah tentang Metode Pembelajaran Diferensiasi dan Penilaian Diagnosa. Metode ini sangat menarik dan sesuai dengan kurikulum merdeka mengajar. Tampak para Fasda Tanoto Foundation memfasilitasi para peserta dengan membaginya menjadi 4 kelompok pembelajaran yang dipandu oleh Fasda Suhelia Yanuarmi, M.Pd. dan kawan-kawan.
Setiap kelompok diberikan tugas belajar yang beragam. Kelompok 1 - mengamati video, kelompok 2 - studi kasus, kelompok 3 - pemetaan siswa, dan kelompok 4 - menuangkan ide-ide brilian. Para peserta sangat antusias dengan alur kegiatan pembelajaran ini. Mereka secara bergiliran turut mendalami dan mempelajari tugas yang diberikan kelompok lain, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya sehingga banyak masukan dan saran yang diterima dari kelompok lainnya.
Salah satu peserta, Desy Rahayu, S.Pd guru MI As Sidiqiyah Siak memberikan satu kalimat positif, "Beda murid, beda cara, hanya guru kreatif yang bisa". Ujarnya.
Sementara itu Fatkul Jannah, S.Pd, juga salah satu peserta mengungkapkan, "Setiap anak unik dan mereka mempunyai kemampuan yang beragam. Dengan pembelajaran berdiferensiasi anak akan mendapatkan hak yang sama yaitu mendapat pembelajaran, pendidikan dan pelayanan yang sama dari guru walaupun dengan cara yang berbeda. Disitulah guru akan berkreasi dengan berbagai metode pembelajaran dan mempersiapkan media pembelajaran yang menarik". Ungkapnya.
Kepala MI As Sidiqiyah Siak berharap, “Dengan KKG ini, guru mampu menjalankan peran strategisnya sebagai inspirasi pembelajaran, guru diminta proaktif dalam mengembangkan potensinya untuk mewujudkan pembelajaran aktif, kreatif dan inovatif tiada henti.” kata beliau. (Humas MI As Siddiqiyah/Hd)