0 menit baca 0 %

Fuadi Ahmad Jelaskan Nilai-Nilai SDM Serta 3 Komponen Parameter Kualifikasi Pembinaan dan Pengelolaan Masjid dalam Materi Diklat Manajemen Kemasjidan

Ringkasan: Humas (Kampar) Pelatihan Manajemen Kemasjidan yang bertempat di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar telah memasuki hari ke-4. Setelah 3 hari sebelumnya diisi oleh widyaiswara Bapak Dr.H.Aguslani Mushlih, M.Ag, pada hari ke-4 yakni Kamis (30/11/2023) pengisi salah satu materi adalah Ke...

Humas (Kampar) – Pelatihan Manajemen Kemasjidan yang bertempat di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar telah memasuki hari ke-4. Setelah 3 hari sebelumnya diisi oleh widyaiswara Bapak Dr.H.Aguslani Mushlih, M.Ag, pada hari ke-4 yakni Kamis (30/11/2023) pengisi salah satu materi adalah Kepala Kantor Kemenag Kab.Kampar H.Fuadi Ahmad,SH,MAB.

 

Jadwal yang berlangsung dari ba’da Zuhur ini membahas tentang Nilai-Nilai Sumber Daya Manusia. Fuadi mengatakan bahwa kehadiran Bapak/Ibu dalam Pelatihan Manajemen Kemasjidan ini merupakan salah satu pilihan untuk mau mengembangkan diri, pengetahuan, dan cara berpikir. “Bisa saja Bapak/Ibu sekalian lebih memilih kesehariannya sebagai pendakwah, atau penyuluh, atau yang lain-lain daripada harus mengikuti pelatihan ini selama 6 hari. Namun Bapak/Ibu duduk di ruangan ini, insya Allah akan memberikan tambahan pengetahuan bagaimana mengelola apakah itu tentang keuangan masjid, pengelolaan data-data masjid, dll. Dan juga Bapak/Ibu sekalian nanti setidak-tidaknya bisa memberikan efek multi player, yakni memberikan wawasan baik, semangat baik, serta akan memberikan pembaharuan tertentu setelah Bapak/Ibu sekalian kembali ke masjid ”

 

“Sekarang kita sedang tahap awal untuk berjalan ke masjid-mesjid di Kab.Kampar bersama dengan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan BKM (Badan Kejuruan Mesjid) juga bersama dengan BAZNAS dan para penyuluh-penyuluh, akan menyampaikan dakwah-dakwah dengan tema yang berisi tentang program Pemerintah yang patut dan penting untuk disampaikan ke masyarakat”, ungkap Fuadi.

 

Fuadi juga berharap bahwa pengurus masjid ini mampu untuk memfungsikan masjid tidak hanya tentang melaksanakan ibadah saja, tetapi juga berlaku fungsi sosial dan fungsi ekonomi disana, sebagaimana yang dilakukan oleh junjungan kita Rasulullah SAW. “Banyak orang sekarang ini yang bersedia untuk menjadi pengurus masjid, diantaranya banyak pengakuan yang saya terima bahwa kehidupan mereka terasa lebih berkah, nikmat, rezeki lancar, tidak adanya kesulitan hidup yang berarti, dll” kata Fuadi.

 

Berkenaan pula dengan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ:II/802 Tahun 2014 Tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid menjelaskan, ada 3 komponen penting dalam manajemen masjid. 3 komponen tersebut adalah Bidang Idarah, Bidang Imarah, dan Bidang Ri’ayah.

Bidang Idarah maksudnya yaitu meliputi masalah administrasi, organisasi, kepengurusan, personalia, perencanaan, sarana (perlengkapan), administrasi keuangan, dsb. Sementara Bidang Imarah yaitu meliputi masalah pembinaan peribadatan, pembinaan Pendidikan formal (baik Pendidikan agama maupun Pendidikan umum), Pendidikan luar sekolah, majelis taklim, pembinaan remaja, Wanita, perpustakaan, taman kanak-kanak, peringatan hari besar Islam, peringatan hari besar Nasional, dan pembinaan ibadah sosial. Sedangkan Bidang Ri’ayah secara umum diartikan dengan pemeliharaan dan pengadaan fasilitas. Pengertian secara istilah adalah kegiatan pemeliharaan bangunan, peralatan, lingkungan, kebersihan, keindahan, keamanan, masjid termasuk penentuan arah kiblat. (Cicy/Fatmi/Ags)