Humas (Kampar) – Pelatihan Manajemen Kemasjidan
yang bertempat di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar telah
memasuki hari ke-4. Setelah 3 hari sebelumnya diisi oleh widyaiswara Bapak Dr.H.Aguslani
Mushlih, M.Ag, pada hari ke-4 yakni Kamis (30/11/2023) pengisi salah satu
materi adalah Kepala Kantor Kemenag Kab.Kampar H.Fuadi Ahmad,SH,MAB.
Â
Jadwal yang berlangsung dari ba’da Zuhur ini
membahas tentang Nilai-Nilai Sumber Daya Manusia. Fuadi mengatakan bahwa
kehadiran Bapak/Ibu dalam Pelatihan Manajemen Kemasjidan ini merupakan salah satu
pilihan untuk mau mengembangkan diri, pengetahuan, dan cara berpikir. “Bisa
saja Bapak/Ibu sekalian lebih memilih kesehariannya sebagai pendakwah, atau
penyuluh, atau yang lain-lain daripada harus mengikuti pelatihan ini selama 6
hari. Namun Bapak/Ibu duduk di ruangan ini, insya Allah akan memberikan
tambahan pengetahuan bagaimana mengelola apakah itu tentang keuangan masjid,
pengelolaan data-data masjid, dll. Dan juga Bapak/Ibu sekalian nanti
setidak-tidaknya bisa memberikan efek multi player, yakni memberikan wawasan
baik, semangat baik, serta akan memberikan pembaharuan tertentu setelah Bapak/Ibu
sekalian kembali ke masjid ”
Â
“Sekarang kita sedang tahap awal untuk berjalan ke masjid-mesjid
di Kab.Kampar bersama dengan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan BKM (Badan
Kejuruan Mesjid) juga bersama dengan BAZNAS dan para penyuluh-penyuluh, akan
menyampaikan dakwah-dakwah dengan tema yang berisi tentang program Pemerintah
yang patut dan penting untuk disampaikan ke masyarakat”, ungkap Fuadi.
Â
Fuadi juga berharap bahwa pengurus masjid ini mampu
untuk memfungsikan masjid tidak hanya tentang melaksanakan ibadah saja, tetapi
juga berlaku fungsi sosial dan fungsi ekonomi disana, sebagaimana yang
dilakukan oleh junjungan kita Rasulullah SAW. “Banyak orang sekarang ini yang
bersedia untuk menjadi pengurus masjid, diantaranya banyak pengakuan yang saya
terima bahwa kehidupan mereka terasa lebih berkah, nikmat, rezeki lancar, tidak
adanya kesulitan hidup yang berarti, dll” kata Fuadi.
Â
Berkenaan pula dengan Keputusan Direktur
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ:II/802 Tahun 2014 Tentang Standar
Pembinaan Manajemen Masjid menjelaskan, ada 3 komponen penting dalam manajemen
masjid. 3 komponen tersebut adalah Bidang Idarah, Bidang Imarah, dan Bidang Ri’ayah.
Bidang Idarah maksudnya yaitu meliputi masalah
administrasi, organisasi, kepengurusan, personalia, perencanaan, sarana
(perlengkapan), administrasi keuangan, dsb. Sementara Bidang Imarah yaitu
meliputi masalah pembinaan peribadatan, pembinaan Pendidikan formal (baik Pendidikan
agama maupun Pendidikan umum), Pendidikan luar sekolah, majelis taklim,
pembinaan remaja, Wanita, perpustakaan, taman kanak-kanak, peringatan hari
besar Islam, peringatan hari besar Nasional, dan pembinaan ibadah sosial. Sedangkan
Bidang Ri’ayah secara umum diartikan dengan pemeliharaan dan
pengadaan fasilitas. Pengertian secara istilah adalah kegiatan pemeliharaan
bangunan, peralatan, lingkungan, kebersihan, keindahan, keamanan, masjid
termasuk penentuan arah kiblat. (Cicy/Fatmi/Ags)