0 menit baca 0 %

Gelar Pengajian Ramadhan, Dinas P2KBP3A Undang Junaidi Dasrul Sebagai Narsum

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P2KBP3A Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan Pengajian Romadhon di aula Kantor P2KBP3A dengan mengundang Penyuluh Agama Islam Kemenag Rohil, Junaidi Dasrul,S.AP sebagai Narasumber (Narsum), Jum'at (24/3/2023).

Rokan Hilir (Inmas) - Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P2KBP3A Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan Pengajian Romadhon di aula Kantor P2KBP3A dengan mengundang Penyuluh Agama Islam Kemenag Rohil, Junaidi Dasrul,S.AP sebagai Narasumber (Narsum), Jum'at (24/3/2023). 

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengedukasi pegawai P2KBP3A melalui ceramah dan thausiah keagamaan terkait pentingnya pencegahan stunting sebagai aksi nyata bersama untuk berupaya tidak meningalkan generasi yang lemah.

Dalam thausiahnya, Ustadz Junaidi mengutip firman Allah dalam al-qur'an, yang artinya Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Surat An-Nisa ayat 9.

Dikatakan Junaidi, lemah yang dimaksudkan dalam ayat di atas menyangkut  beberapa hal. Yang utama adalah jangan sampai kita meninggalkan generasi penerus yang lemah akidah, ibadah,  ilmu, dan ekonominya, generasi penerus atau anak di sini, tidak hanya anak biologis, melainkan juga anak didik (murid) dan generasi muda Islam pada umumnya, ucap Junaidi.

Penyuluh yang dikenal familiar pada majelis ta'lim Ibuk-ibuk ini mengatakan, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ibadahnya. Orang yang istiqamah dalam ibadahnya, insyaAllah akan bahagia dan punya pegangan dalam hidupnya. 

"Yang kuat ibadahnya tidak mudah terintenvensi oleh orang lain. Sebaliknya, orang yang lemah ibadahnya atau menyia-nyiakan ibadah, maka hidupnya tidak akan bahagia. Ia pun mudah diintervensi orang lain, sebutnya.

Begitu juga jangan meninggalkan generasi yang lemah ekonominya. Orang tua perlu menyiapkan generasi yang kuat secara ekonomi, agar hidupnya tidak menjadi beban bagi orang lain, jelas Junaidi.

Ustad yang dikenal dengan sebutan 'Babang Ustadz' ini menyebutkan salah satu metode menjadikan anak makin cerdas adalah dengan hafalan al-qur'an.

"Mari mengajak dan mengantarkan anak-anak kita ke tempat tahfiz, anak yang hafiz pasti cerdas dan terbuka pikirannya, jangan tinggalkan dan jauhi qur'an, mereka dapat hidup bahagia dengan mengamalkan al-qur'an," ajak Junaidi.

Sementara itu, Kadis P2KBP3A mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Junaidi yang telah memberikan thausiahnya pada hari ini.

"Dan semoga Ustdaz tidak pernah bosan memberikan pencerahan kepada kami," harap Kadis. (AjdSyaheed)