Indragiri Hulu, (Inmas). Jum’at 10 Juli 2020. Aktifitas mengaji dan membaca Al-Qur’an di Masjid maupun Mushalla selepas shalat telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam di Indonesia sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi teraebut mulai banyak ditinggalkan. Sehabis shalat Maghrib, masjid maupun mushalla hanya diisi orang-orang tua. Anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu di depan televisi, bermain gadget atau bahkan keluyuran di jalanan mengendarai sepeda motor yang suaranya dimodifikasi sehingga memekakkan telinga. Bila hal tersebut dibiarkan secara terus-menerus, di masa yang akan datang, generasi yang ada adalah generasi yang rendah nilai spiritualnya dan pada akhirnya terjadi kerusakan moral terhadap generasi bangsa. Telah banyak kenakalan remaja menjadi tindakan kriminal.
Melalui Gerakan Maghrib Mengaji, khususnya bagi anak-anak/generasi muda agar terbangun kembali semangat membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an agar nilai-nilai spiritualnya tumbuh dan terjaga dengan baik.
Terkait dengan hal tersebut di atas, Muhammad Nadzirin selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu Masa Bakti 2019-2024, wilayah kerja Kecamatan Batang Cenaku melaksanakan Maghrib Mengaji di Masjid Al-Muslim, RT. 02 RW.02 Dusun Sumber Mulya, Desa Petaling Jaya Kec. Batang Cenaku.
Hal tersebut merupakan pelaksanaan tugas dan fungsinya selaku Penyuluh Agama Islam terhadap kelompok binaannya (Pendidikan Al-Muslumiyah) juga sekaligus merupakan keprihatinannya melihat kondisi riil saat ini, dimana generasi muda/anak-anak mulai mengalami kemunduran akhlak maupun nilai-nilai spiritualnya. Semoga dengan Gerakan Maghrib Mengaji yang dilaksanakannya mampu menciptakan Generasi Yang Berakhlak Mulia, ujar M. Nadzirin.(tulang)
GERAKAN MAGHRIB MENGAJI UPAYA CIPTAKAN GENERASI BERAKHLAK MULIA
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Jum at 10 Juli 2020. Aktifitas mengaji dan membaca Al-Qur an di Masjid maupun Mushalla selepas shalat telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam di Indonesia sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi teraebut mulai banyak ditinggalkan.