Rokan Hilir (Inmas) – Menteri Agama telah mencanangkan 7 program prioritas Kementerian Agama ,dan penyuluh adalah aktor terdepan sebagai corong dalam menyampaikan tujuh program Kementerian Agama. Salah satunya adalah program penguatan Moderasi Beragama.
Untuk itulah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kec.Bangko Junaidi Dasrul,S.AP giat melakukan Penyuluhan Moderasi Beragama yang bukan hanya pada kalangan umum, tapi juga pada kalangan pelajar dengan program andalannya 'DiPaSa (junaiDi menyaPa Siswa)' .
Seperti hari ini, Junaidi melakukan Penyuluhan Moderasi Beragama di SMPN 1 Bangko, Selasa (25/10/2022).
Kakan Kemenag Kabupaten Rohil Drs.H.Naini,M.Pd.I ketika dimintai pendapatnya mengenai program Junaidi ini mengatakan bahwa pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas apa yang telah dilaksanakan oleh Junaidi selama ini.
"Beliau salah seorang Penyuluh yang konsisten dalam melakukan program-program penyuluhan bahkan bukan hanya di wilayah Kecamatan Bangko saja," jelas H.Naini.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Bimas Islam H.Suhaimi,S.Ag. Menurutnya bahwa sebagai Penyuluh Junaidi sudah sangat baik menyampaikan tentang urgensi dan eksistensi penguatan moderasi Beragama bagi masyarakat.
"Dan Saya perhatikan Junaidi sangat antusias dan konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai Penyuluh," pungkas H.Suhaimi.
Junaidi ketika diminta keterangan terhadap penyuluhan yang dilakukannya menjelaskan bahwa tentang Moderasi Beragama masih banyak yang salah paham , salah kaprah dan salah persepsi. Jadi Bukan moderasi agama , karena agama sendiri sudah moderat tapi moderasi beragama adalah Cara pandang , cara kita bersikap , cara bertutur laku dalam beragama secara moderat.
Kenapa ini penting ? , karena kita menyadari bahwa negara kita adalah negara yang Bhinneka Tunggal Ika . Negara heterogen ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita bina,kita rawat.karena kita memiliki berbagai agama dan kepercayaan,dan setiap agama memiliki potensi utk extreim karena fanatisme yang berlebihan.
"Maka tugas kita merawat kemajemukan ini , jadi pentingnya moderasi beragama adalah merawat kebhinekaan Indonesia. Banyak juga yang salah persepsi jangan-jangan moderasi beragama adalah pendangkalan agama, bukan . Justru moderasi beragama adalah menampakan wajah asli agama, wajah asli agama adalah mengajarkan kasih sayang bukan kebencian, bagaimana berdakwah secara sejuk , menyampaikan kebenaran, merangkul bukan memukul , bukan menceraiberaikan, bukan menghancurkan , semua agama begitu,“ terang Junaidi. (AjdSyaheed)