Kuansing ( inmas ) Gimin Saputra merupakan guru MTs Ponpes Nurul Islam Kampung Baru yang memiliki berbagai prestasi dalam bidang kepenulisan, seperti karya ilmiah, puisi dan jurnal, yang pernah meraih berbagai penghargaan dan hadiah, serta karya-karyanya sudah banyak diterbitkan.
Adapun prestasi yang pernah diraih dalam dunia tulis menulis adalah seperti Juara Terbaik I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Mahasiswa Se Sumatera Barat yang diselengarakan dalam rangka PEKAN CINTA SEJARAH (PENTAS) 2014 dengan tema: Meningkatkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda bertempat di Gedung Nasional Maharajo Dirajo-Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar pada tanggal 7 Agustus 2014. Sekaligus mendapat penghargaan dari Dekan Fakultas Adab dan Humaniora sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Provinsi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Mahasiswa Se Sumtera Barat dengan Judul Pembangunan Rel Kereta Api Muaro Sijunjung-Pekanbaru Tahun 1942-1945 (Tinjauan Historis) Tahun 2014.
Tulisan ilmiah lainya pernah dibuat dalam Jurnal Mahasiswa Tsaqafy tahun 2012 dengan judul Dinasti Terlama Dalam Islama (Dinasti Abbasiyah) dan pada tahun 2013 juga dibuat tulisannya denga judul Jejak Romusha Yang Terlupakan dalam Jurnal Mahasiswa Tasaqafy Vol. IV Tahun 2013. Ditahun 2014 dua tulisan ilmiah tentang sejarah juga dimuat dalam penerimaan Jasa Profesi (Penulis) Buku Cagar Budaya Di Mata Publik Tahun 2014 yang merupakan Dokumentasi Pelestarian Cagar Budaya yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau yang dikeluarkan di Batu Sangkar Desember 2014.
Adapun tulisan yang dibubukan dalam Cagar Budaya Batu Sangkar ini adalah Naskah Kuno Di Surau Gadang Lubuk Ipuh Kec. Kurai Taji, Kab. Padang Pariaman sebanyak 10 halaman dan yang kedua adalah Menelusuri Sejarah Kereta Api Yang Terlupakan “Muaro Sijunjung-Pekanbaru” sebanyak 12 halaman.
Selain suka kenulis karya ilmiah baik itu berupa artikel maupun jurnal, Gimin juga suka menulis Karya Satra yang berbentuk Puisi. Dalam penulisan Puisi juga pernah mendapat penghargaan dari Leon Agusta pada tahun 2014. Penghargaan ini diberikan oleh Leon Agusta, karena puisi Gimin yang berjudul Nasib Sangkar Lapuk masuk dalam kategori 5 Pemenang Penghargaan yang diumumkan pada tanggal 21 Desenber 2014 di Taman Budaya Padang dengan Juri Rusli Marzuki Saria, Leon Agsuta dan Damhuri Muhammad. Lomba menulis Puisi ini merupakan pemenang sayembara Nasional cipta Puisi Lenon Agusta Intitut. Lomba Puisi tingkat nasional ini diikuti 145 penyair dari berbagai kota di Indonesia, bahkan ada peserta dari Taiwan. Sedangkan puisi yang masuk dan dinilai oleh juri ada sebanyak 223 judul. Puisi lainya juga pernah diterbitkan di koran Padang Ekspres dengan judul Nasib Gubuk Tua pada hari Minggu 16 November 2014. Kemudian puisi yang lainnya juga dipromosikan di Padek (Padang Ekspres Digital Media) dengan editor Andri pada 19 Oktober 2014. Puisi ini ada dua buah yaitu dengan judul Ratap Lesung Tua dan 2:36. Tidak hanya itu puisinya juga di muat di Suara Kampus dalam kolom Sastra Budaya Puisi dengan judul Keheningan Malam, Kekejaman Cinta dan Masa Silam pada tahun 2012.
Pada tanggal 27 April 2013 juga pernah ikut lomba membaca puisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (HMJ-SKI) bertemakan, Dengan GEBAYAR SKI Kita Tingkatkan Kreativitas Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang. Kemudian pada tahun 2014 menjadi Ketua Pelaksan Lomba Membaca Puisi Antar Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang.
Tahun 2016 Karya Ilmiah Sejarah tentang Mengulit Sejarah Kota Tua Padang masuk dalam Penulisan Yang Ditetapkan Dalam Sayembara Penerbitan Cagar Budaya 2016 BPCB Sumatera Barat dengan memilih sebanyak 26 judul. Selanjutnya pada tanggal 1Mei-3 Juni 2020 ikut dalam lomba menulis puisi timgkat Nasional dengan Tema Air Mata dengan total peserta 1542 di Surabaya.
Kemudian dalam Lomba Cipta Puisi Bertema Rapuh yang diselengarakan pada tanggal 15 Mei-20 Juni 2020 masuk sebagai 50 Karya Terfavorit di Bulukumba. Berikutnya pada tanggal 21 Juni hingga 31 Juli 2020 ikut serta dalam lomba Cipta Puisi Tema Bebas yang dilaksanakan oleh Komunitas Tanjungisme.
Pada tanggal 26 Juni-24 Juli 2020 ikut lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional Tema Kaca yang diselenggarakan oleh Penerbit Binarmedia Surabaya. Lomba Sastra Puisi Online Tingkat Nasional tema Indonesia yang diselenggarakan oleh Sastra Puisi dan Filsuf Muslim pada tanggal 19 Juni sampai 30 Juli 2020 Yogyakarta.
Karya puisi selanjutnya dalam lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional bertema IMPIAN yang diselenggarakan oleh ROFSIKAHA MEDIA pada tanggal 10 sampai 20 Agustus 2020 di Jember. Lomba Puisi Nasional yang diselenggarakan oleh Koinspirasi Menginspirasi Yogyakarta 05 November 2020. Kemudian sebagai penulis dalam buku yang berjudul “HATI ANAK GEMBALA”. Penerbit PT. ZONA MEDIA MANDIRI Tasikmalaya, 17 Februari 2021. Di tahun yang sama ikut dalam Penulisan Opini 76 Tahun Indonesia Merdeka Jakarta, 23 Agustus 2021 Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI. Juara Dua dalam lomba menulis Puisi bertemakan Korupsi dengan judul Tangan-Tangan Jahanam 16 Desember 2021. Kemudian dalama undangan menulis Buletin Umulolo Volume X tahun 2021dengan tema Pelestarian Cagar Budaya dengan judul KERETA API SUMATERA BARAT DULU, KINI DAN ESOK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo Provinsi Sulawesi Utara 30 September 2021. Kemudian puisi lainnya bisa juga di lihat di Online Riausastracom.
Selanjutnya pada Maret 2022, Gimin Saputra, S.Hum kembali menerbitkan bukunya yang berjudul Sejarah Kereta Api Pekanbaru yang bekerja sama dengan Penerbit Bookies Indonesia Jakarta dengan halaman sebanyak 184.
Buku Sejarah Kereta Api Pekanbaru ini merupakan hasil kerja keras yang sudah ditulis pada tahun 2014, yang mampu mengantarkan Gimin Saputra sebagai Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Mahasiswa Se-Sumatera Barat di Batu Sangkar pada Agustus 2014.
"Alhamdulillah, kerja keras perjuangan mengumpulkan data dan informasi ke berbagai perpustakaan, kini membuahkan hasil dengan diterbitkannya buku ini. Saya merasa sangat bahagia dan semakin termotivasi untuk terus menulis dan membaca," ujar Gimin. ( MS )