0 menit baca 0 %

Gubernur dan Ka. Kanwil Kemenag Riau Lakukan Monev Persiapan Protokol Kesehatan Covid pada Pondok Pesantren

Ringkasan: Riau (Inmas) Setelah Sistem Proses Pembelajaran selama masa Corona Virus Desease (Covid 19) dari tatap muka kepada system daring / Virtual, mulai Senin (13/7/20) Pondok Pesantren di Provinsi Riau kembali melaksanakan proses pembelajarannya secara Tatap Muka.

Riau (Inmas) – Setelah Sistem Proses Pembelajaran selama masa Corona Virus Desease (Covid – 19) dari tatap muka kepada system daring / Virtual, mulai Senin (13/7/20) Pondok Pesantren di Provinsi Riau kembali melaksanakan proses pembelajarannya secara Tatap Muka. Salah satu Pondok Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Gontor Putri 7 Rimbo Panjang Kabupaten Kampar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H, Mahyudin, MA bersama Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Drs. H. Fairus, MA dan Kasi Pondok Pesantren dan Ma'had Aly mendampingi Gubernur Riau Syamsuar melakukan Monitoring Persiapan Protokol Covid - 19 di Ponpes Gontor Putri Rimbo Panjang.

Gubernur Riau ketika diminta tanggapan dan harapannya terhadap proses pembelajaran selama Covid – 19 di Lingkungan Pondok Pesantren mengatakan seluruh elemen harus menerapkan disiplin Kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid – 19. Dalam melakukan proses pembelajaran harus berlaku disiplin,  disiplin dalam penggunaan Masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air serta keluar masuknya pengunjung pada Pondok Pesantren.

“Kita mengharapkan disiplin tetap di pertahankan, seperti disiplin memakai masker, disiplin mengatur jarak dan displin mencuci tangan dengan sabun dan air untuk saat ini anak-anak jangan ada menerima orang dari luar, sekalipun orang tua sendiri karena kita saying dengan anak, kita harus belajar dari negara-nagara maju yang telah melaksanakan pembelajaran setelah terjadi proses belajar mengajar, terjadi lagi penularan. Kita tidak harapkan hal tersebut terjadi di Riau”.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan dalam proses pembelajaran tatap muka pada Pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak/sosial distensing seperti ruang belajar kapasitas 30 orang diisi dengan 15 orang.

“Pondok Pesantren kita sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pada ruang belajar yang berkapasitas 30 orang dijadikan 15 orang artinya sudah dilaksanakan social distancing yang bagus. Pada asrama juga sudah menerapkan protocol kesehatan dengan melakukan proses sebelum memasuki areal asrama. Kami bersyukur dan berterima kasih pada pondok pesantren kita mudah – mudahan ini adalah barometer untuk pondok pesantren yang lain dalam menerapkan Protokol kesehatan pada pondok pesantren.

Kembalinya proses pembelajaran masa New Normal Covid -19 pada Pondok Pesantren, pimpinan Pondok Pesantren Gontor Putri 7 Rimbo Panjang  KH. Drs. Muhammad Ma’aruf Chumaidi mengatakan bahwa proses pembelajaran di pondok pesantren Gontor putri ini menerapkan protocol kesehatan seperti ruangan yang kapasitas peruntukan 30 santri hanya dimanfaatkan untuk 15 santri. Hunian asrama para santri  tidak lagi tidur berdampingan melainkan berjarak antara satu Kasur dengan yang lainnya, santri yang melakukan aktifitas aktifitas diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu serta bagi tamu yang melakukan kunjungan pada Pondok pesantren wajib mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum berjumpa pengurus dengan durasi waktu kunjungan 1 jam. Selain itu para santri selama berada di Pondok akan diberi nutrisi makanan dan supelen untuk menjaga imun/ketahanan tubuh.

Hadir juga dalam Monitoring tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kabid Bina Mental dan Spritual Kesra Gubernur Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Kab. Kampar dan Ustad/Ustadzah pada Pondok Pesantren Gontor Putri 7 Rimbo Panjang Kampar (ana/Fajrul/Anto/imus)