Siak (Inmas) - Guru Madrasah melalui Kelompok Kerja Guru madrasah (KKGMI) Kecamatan Siak belajar tentang Penilaian Diagnostik dan Pembelajaran Berdiferensiasi bersama fasilitator Daerah Tanoto Foundation melalui “KKG Strengthening” yang merupakan salah satu Program Tanoto Foundation dalam mendukung profesional guru. Pada KKGMI mitra Tanoto Foundation tersebut digelar “Sharing Session” bersama 25 orang guru anggota KKGMI, Jumat 5 Agustus 2022 berlokasi di MI As Sidiqiyah .
Untuk Mendukung dan mewujudkan Merdeka Belajar, lingkungan belajar yang positif dan strategi belajar sangatlah dibutuhkan oleh seorang guru, diantaranya adalah melalui lingkungan belajar yang berpihak kepada siswa, dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dapat mendukung siswa dalam belajar.Salah satunya adalah melalaui Penilaian Diagnotik dan Pembelajran Berdiferensiasi,dimana pembelajaran di kelas lebih berpusat kepada siswa, kita ingin para peserta dapat berbagi apa saja praktk baik yang telah dilakukan disekolahnya melalui kegiatan ini “,ujar Etik Susanti Spesialist Pembelajaran SD/MI Tantot Foundation.
Fasilitator Daerah Tanoto Foundation Suhelia Yanuarmi mengatakan tujuan dari Shering Sassion ini adalah guru mampu memantau perkembangan siswa untuk memastikan peningkatan kompetensi siswa dan mampu menjalankan tindak lanjut dari pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan penilaian diagnostik pembelajaran berdiferensiasi,
“Kegiatan dimulai dengan pembagian kelompok, setiap kelompok memiliki tema /materi yang berbeda-beda, kelompok 1 menonton video, kelompok 2 study kasus, kelompok 3 pemetaan siswa dan kelompok 4 ide-ide brilian, setiap kelompok akan mendaparkan giliran untuk merasakan materi dikelompok lain” kata Sri Hartini Fasiklitator Daerah Tanoto Foundation.
“Kita sebagai guru banyak menemukan karakter dari siswa kita yang berbeda-beda , yang harus ada di mindset kita adalah bahwa supaya anak kita cerdas gurunya juga harus cerdas, yang membutuhkan pembelajaran bukan hanya muridnya kita juga sebagai guru butuh pembelajaran” kata Miswan salah satu peserta dari MI Imam Ahmad.
Selanjutnya Desy Rahayu Guru dari MI As Sidiqiyah mengatakan “ Beda Murid Beda Cara , Cuma Guru Kreatif yang bisa melakukanya”, ujarnya. (Hd)