0 menit baca 0 %

GURU MTs PP. NURUL ISLAM JUARA I LOMBA MENULIS PUISI TINGKAT NASIONAL

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Krisis global dalam aneka bidang kehidupan yang disebabkan oleh virus Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi ananda Gimin Saputra untuk mengukir prestasi gemilang di bidang Sastra. Guru MTs PP. Nurul Islam ini meraih Juara pada Lomba Menulis Puisi di dua jenis lomba yang berbeda.

Kuansing ( inmas ) Krisis global dalam aneka bidang kehidupan yang disebabkan oleh virus Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi ananda Gimin Saputra untuk mengukir prestasi gemilang di bidang Sastra. Guru MTs PP. Nurul Islam ini meraih Juara pada Lomba Menulis Puisi di dua jenis lomba yang berbeda. Pertama ananda Gimin Saputra menjadi juara 1 dalam Lomba Menulis Puisi (tingkat Nasional) yang diselengarakan oleh CV. IANA PUBLISHER Medan 25 April 2022 dengan Judul “Menantikan Mimpi Baru”. Kedua, mengikuti Event Puisi April 2022 di Penerit Lantera Karya dan Meraih Juara 1 dengan judul puisi “Gadis Kecil Ku” Blora 5 Mei 2022


Teknis perlombaan adalah peserta membuat puisi sesuai tema yang ditentukan kemudian dikirim melalui link google form yang sudah diberikan panitia di WA group. Pengiriman naskah bagi peserta paling lambat sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan oleh panitia. Sedangkan untuk pengumuman pemenang akan di kirimkan oleh panitia melalui akun resminya atau WA grup. Lomba tingkat nasional ini diikuti oleh ratusan dan bakan ribuan peserta penikat sastra puisi diseluruh Indonesia. Peserta terdiri dari mahasiswa, pejabat, guru, dosen, anggota komunitas, anak sekolah dan masyarakat umum. 


Motivasi Gimin Saputra ikut dalam ajang lomba puisi ini, ingin terus mengasah kemampuan dan bakat di bidang seni dan pengetahuan serta menumbuhkan rasa percaya diri. “Saya juga ingin membanggakan orang tua, keluarga dan mengharumkan nama madrasah tempat saya mengabdi ,” tutur Gimin”. Teruslah menulis Gimin, berpuisi, memantrai kehidupan, memantrai generasi muda seusia Mu, menoleh ke bahasa yang indah menjangkau Allah Yang Maha Indah. Ajaklah mereka berpuisi. Biar anak bangsa ini menjadi bangsa yang santun, sopan, berbudi dan punya bahasa yang indah ketimbang mengumbar kata yang tak santun dalam gerakkan massa, lebih baik merangkai kata indah dan bahasa santun, membentuk pribadi santun. Lebih lanjut rasa ucapan syukur dan begitu juga ternyata dengan kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil ibarat pepatah mengatakan “hasil tidak akan mengkhianati usaha”. ( Mar )