Siak (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd dalam sambutan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sungai Apit yang ke-22 Tahun 2022, tepatnya di Kampung Mengkapan, Selasa (13/9/2022) lalu mengatakan bahwa dari tema MTQ yang berbunyi “Mari Kita Wujudkan Kecamatan Sungai Apit Sebagai Kecamatan Bertuah, Beriman Dalam Bingkai Ukhwah Islamiyah”, semuanya bisa diwujudkan bila menjadi al Qur’an sebagai pedoman dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut H. Erizon Efendi, dengan al Qur’an sebagai pedoman, maka hidup ini akan terarah dan memiliki tujuan, yakni untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, program Maghrib Mengaji yang sudah dicanangkan Kabupaten Siak jauh-jauh hari memang sudah sangat tepat. Hal ini mengingat, kebiasaan mengaji setelah Maghrib mulai ditinggalkan masyarakat dan sudah tergantikan acara lain di televisi. "Ini lah yang harus kita galakkan kembali. Semoga dari kegiatan ini, masyarakat kembali menggalakan Program Maghrib Mengaji yang sudah mulai ditinggalkan”, jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa sebagai upaya memelihara Al-Quran, MTQ ini adalah bagian dari memelihara sekaligus memaknai kembali al-Quran. Ketika Al-Qur’an difungsikan hanya sebagai sarana pengusir syetan, sebagai pelaris dagangan, memperlancar bisnis, tolak bala, enteng jodoh dan lain-lain yang tidak diamalkan secara ‘aqliyah dan naqliyah, maka hal itu hanya menjadikan Qur’an sebagai kitab musiman, bahkan hanya pajangan. Hanya pelengkap dan aksesoris belaka, tanpa kemampuan memahamai serta mengaktualisasi isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Intinya adalah, amalkan al-Qur’an secara kaffah (total) selalu jadikan pedoman kita dalam setiap berusaha, bekerja, beribadah dan melakukan hubungan silaturahmi dengan siapapun," pesannya. (Hd)