0 menit baca 0 %

H. RAJUKI RIDWAN, MA (KASI PAIS) SELAKU KHATIB SHALAI IDUL FITRI 1443 H

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan dan merasakan berbagai keberkahan/keistimewaan ramadhan, seluruh umat islam di dunia merayakan hari kemenangan, yakni idul fitri. Idul fitri diartikan sebagai hari suci atau hari dimana umat Islam seperti terlahir kemba...

Indragiri Hulu, (Inmas). Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan dan merasakan berbagai keberkahan/keistimewaan ramadhan, seluruh umat islam di dunia merayakan hari kemenangan, yakni idul fitri. Idul fitri diartikan sebagai hari suci atau hari dimana umat Islam seperti terlahir kembali dan bersih dari dosa. Idul fitri adalah salah satu momen yang ditunggu oleh umat Islam dan dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Shalat idul fitri dilaksanakan pada pagi hari saat hari raya idul fitri dimana umat Islam beramai-ramai mengunjungi mesjid atau lapangan untuk melaksanakan shalat idul fitri secara berjamaah.
Senin 2 Mei 2022/1 Syawal 1443 H, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menggelar Shalat Idul Fitri 1443 H/2022 M di lima titik lokasi yang berada di Kecamatan Rengat dan Rengat Barat. Wakil Bupati Indragiri Hulu, Drs. Junaidi Rachmat, M. Si melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Raya Ar-Rahman, Kota Rengat dan bertindak sebagai khatib H. Rajuki Ridwan, MA (urut enam dari sisi kiri) selaku Kepala Seksi PAIS (Pendidikan Agama Islam) Kankemenag Kab. Inhu.
Kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu disampaikan H. Rajuki Ridwan bahwasanya dikarenakan hari hujan maka pelaksanaan shalat idul fitri di dalam masjid atau tidak memakai halaman masjid. Sambutan Bupati Indragiri Hulu disampaikan oleh Wakil Bupati.
Bila di dalam bulan ramadhan kita bisa menjaga shalat lima waktu dan ditambah amalan-amalan sunnah yang lain, maka di bulan selain ramadhan kita juga harus bisa menjaganya. Sangat disayangkan jika kita tidak bisa menjaga amalan-amalan bulan ramadhan yang pahalanya berlipat ganda.
Hari Raya Idul Fitri secara konseptual bermakna kembali suci seperti ketika kita baru terlahir ke dunia. Untuk itu, kita harus menjaga ataupun meneruskan kebaikan yang sudah dicapai selama ramadhan sehingga menjadi golongan hamba yang bertaqwa kepada Allah SWT, demikian disampaikan H. Rajuki Ridwan.(tulang)