Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masjid dan mushala, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosannya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada ceramah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) santapan rohani ramadhan dengan beragam tema.
Rabu 19 April 2023/28 Ramadhan 1444 H, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag., MA tausiyah santapan rohani malam Ramadhan di Masjid Nurul Qolbi, Teluk Erong, Kecamatan Rengat dengan judul “Tips Merayakan Idul Fitri”.
Merayakan Idul Fitri adalah sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu:
1. Melakukan Takbir.
“Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS Al Baqarah: 185).
2. Membayar Zakat Fitrah.
“Rasulullah SWT memerintahkan zakat fitrah pada orang-orang di bulan Ramadan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan”. (Al Hadits).
3. Membersihkan Diri dan Menggunakan Wewangian.
Rasulullah SAW kerap membersihkan diri terlebih dahulu sebelum malaksanakan shalat id. Rasulullah mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Hal ini disunnahkan ketika merayakan idul fitri yaitu dengan membersihkan diri dengan mandi, memakai wewangian, hingga mengenakan pakaian yang baik.
4.Makan Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Beliau juga makan sebelum melaksanakan shalat idul fitri. Hal ini juga menjadi salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa, adalah saat hari raya idul fitri. Dijelaskan di dalam hadits,
“Pada waktu idul fitri, Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sampai ia memakan semua buah dengan jumlah ganjil.” (HR Ahmad dan HR Bukhari).
5. Melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Shalat idul fitri dilakukan secara berjamaah di lapangan atau masjid. Seluruh kalangan baik laki-laki maupun perempuan yang suci maupun sedang haid untuk keluar dan merayakan idul fitri. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,
“Kami memerintahkan untuk keluar (ketika hari raya), dan mengajak keluar wanita haid, para gadis, dan wanita pingitan. Adapun para wanita haid, mereka menyaksikan kegiatan kaum muslimin dan khutbah mereka, dan menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari 981, Muslim 890).
Saat pergi shalat idul fitri, perlu untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang shalat idul fitri.
Hal ini memiliki makna yang dalam dimana Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.
6. Mengucapkan Hari Raya Idul Fitri.
7. Silaturahmi
Setelah mekasanakan shalat id, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat. Ketika idul fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya.
Pelaksanaan silaturahmi diikuti dengan saling memaafkan dan mendoakan kebaikan satu sama lain.
Mari kita menyambut/merayakan Idul Fitri dengan lebih memahami makna yang terkandung dalam Idul Fitri sehingga kita menjadi hamba yang bertaqwa, demikian penutup tausiyah yang disampaikan H. Rajuki Ridwan.(tulang)
H. RAJUKI RIDWAN, S.Ag., MA (KASI PAIS KANKEMENAG KAB. INHU) TAUSIYAH SANTAPAN ROHANI RAMADHAN “TIPS MERAYAKAN IDUL FITRI”
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya . Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masji...