Rokan Hilir (inmas)- Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir meminta pondok-pondok pesantren pada tatanan kehidupan normal baru (new normal) menerapkan protokol kesehatan, apalagi setelah Kabupaten Rokan Hilir dinyatakan zona kuning covid 19, untuk melindungi para ustadz dan santri dari tertular virus yang mematikan tersebut.
"Kami dari Kementerian agama Rohil sangat khawatir kepada para santri di pondok-pondok pesantren, terlebih setelah Rohil dinyatakan zona kuning virus corona,” katanya saat mwngunjungi pondok pesantren Dar El Aswaja, Sungai Pinang Kec. Kubu Babussalam (Kuba), Rabu (12/8/2020).
Plt mengapresiasi selama ini lingkungan pondok pesantren Dar El Aswaja tidak ditemukan santri maupun pengelola positif terjangkit corona.
Kemenag Rohil sebenarnya menginginkan agar pondok-pondok pesantren sama seperti sekolah-sekolah lain yang berada di bawah Dinas Pendidikan agar mengikuti arahan pemerintah untuk menunda belajar tatap muka. Namun karena desakan para wali santri yang menginginkan anak-anaknya berada di pesantren dengan alasan orang tua merasa kewalahan jika anaknya terlalu lama berada di luar, khawatir termakan oleh virus lingkungan yang tak kalah dahsyatnya.
Menyikapi hal ini, Plt merasa bahwa itu hak orang tua yang penting ada pernyataan di atas materai agar pondok pesantren tidak dipersalahkan.
“Kalau nanti terjadi apa-apa, pihak Kemenag juga akan kerepotan,” ungkapnya.
Oleh karena itu lanjut Plt, pondok-pondok pesantren agar menerapkan protokol kesehatan seecara ketat. DimanaDimana protokol kesehatan tersebut dinilai efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang bisa mematikan itu. Penerapan protokol itu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan memakai sabun dan tidak diperkenankan orang luar pondok pesantren bebas keluar masuk pesantren.
Selain itu juga masyarakat dapat menghindari tempat keramaian dan tidak berkerumun pada tatanan kehidupan baru.
"Kami yakin karakter virus corona tidak akan menularkan kepada orang lain jika menerapkan protokol kesehatan itu," katanya.
Acara dihadiri Kepala KUA Kubu Babussalam, pimpinan pesantren, para ustadz dan para santri. (Nsh)