Pekanbaru - Usai melaksanakan kegiatan ngaji dan tabarukkan civitas akademika dan santri Ma'had Salimah Negarawan MAN 4 Kota Pekanbaru, pada Kamis (1/12/2022). Habib Muhammad Bin Yahya Baragbah (dari Solo Jawa Tengah) yang didapuk menjadi narasumber bersama dengan Purwaji SSos (Penggagas Rumah Kebangsaan/ Ketua PW GP Ansor Riau), Gus Mukhrozi (Pimpinan Pondok Pesantren Rayatul Qur'an Annahdiyin/ Pimpinan Majelis Dzikir Padang Jagad Riau/ Penasehat PW GP Ansor Riau) dan Dr H Muliardi MPd (Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau), menyempatkan diri hadir melihat langsung gedung Ma'had Salimah Negarawan, yang berada di komplek madrasah negeri Jl. Yos Sudarso KM 15 Rumbai tersebut. Ma'had yang telah operasional sejak awal tahun 2022 dan diresmikan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas pada 23 Februari 2022 lampau, memiliki santriwati sebanyak 22 orang.
Didampingi pihak MAN 4 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung MA Kepala Madrasah, Cholid MA Wakil Kepala Bidang Kurikulum, H. M. Indra Al Ghazi SSos Kepala Tata Usaha, serta Gus Mukhrozi Pimpinan Pondok Pesantren Rayatul Qur'an Annahdiyin, Gus Fuad Wibowo Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadiin Bandar Sungai, dan Gus Zaki Pengajar di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Islami, Habib Muhammad Bin Yahya Baragbah memimpin do'a bersama pohonkan kebaikan dan keberkahan untuk Ma'had Salimah Negarawan, para santriwatinya, pimpinan madrasah, guru dan tenaga kependidikan, dan seluruh pelajar MAN 4 Kota Pekanbaru.
“Semoga para santri menjadi penghafal al-Qur'an, mencintai ilmu dan ahli ilmu, pengamal syari'at agama, berakhlak mulia, penebar Islam rahmatan lil 'alamin serta penjaga dan pembela aqidah ahlus sunnah waljamaah (aswaja) , Allahumma taqobbal minnaa, Aamiin ya Robb” tutupnya.
Untuk diketahui, para santriwati adalah pelajar MAN 4 Kota Pekanbaru yang tempuhi pembelajaran formal, sama dengan pelajar lainnya. Menurut Cholid MA Waka Kurikulum yang mengasuhi ma'had ini di bidang akademiknya, santriwati mendapatkan 3 (tiga) program pembinaan akademik (Seperti nahwu, shoraf, takallum, tahfidz, insya’, bahasa Inggris dan bahasa Arab), program non-akademik (Yakni pembinaan lomba, organisasi, rihlah 'ilmiyah, dan safari ma'had), serta program populer (Yang terdiri dari Sertifikasi Test of Arabic as Foreign Language /TOAFL, karantina tahfidz Al-Qur’an, motivasi studi dan pembinaan fokus studi islam di timur tengah) dalam pembelajaran di ma'hadnya. (*)