Kampar (Humas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA menghadiri sekaligus memaparkan
materi tentang Kebijakan Haji pada Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten
Kampar Rabu 01/06/2022 di Masjid Islamic Centre Bangkinang.
Hadir dalam manasik Plt Kankemenag Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, Kabid PHU H Syahrudin M Sy, Kasi PHU Kemenag Kampar H Zulfaimar MAP dan JCH Kabupaten Kampar.
Saat memberikan materi manasik, dihadapan 393 Calon Jemaah Haji Kab. Kampar Musim Haji 1443 H / 2022 M, Kakanwil menyampaikan beberapa hal yaitu meminta agar para jemaah haji menyiapkan diri sebaik mungkin, mulai dari persiapan diri, kelengkapan saat beribadah haji dan yang terutama adalah kesehatan.
Sehubungan teknis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi Covid 19, sehingga jamaah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebelum berangkat dan sekembalinya dari beribadah haji, begitu pula saat melaksanakan ibadah haji.
Pengalaman dan evaluasi penyelenggaraan haji yang telah dilaksanakan sebelumnya, bahwa diantara jemaah yang mengalami hambatan dalam melaksanakan ibadah disebabkan kurangnya bekal dan pemahaman dalam mempersiapkan dirinya melalui manasik haji.
“Diharapkan dengan manasik ini dapat melancarkan aktivitas ibadah. Jangan bosan-bosan dengan pelaksanaan manasik yang terus dilakukan Kementerian Agama, sebab dalam kegiatan itu banyak disampaikan bimbingan atau perkembangan kebijakan yang akan diberlakukan saat di tanah suci,” pintanya.
Mahyuddin menekankan perjalanan ibadah haji bukan hanya dilakukan di tanah suci, tetapi rangkaian itu dimulai sejak dari tanah air hingga kembali lagi di tanah air.
“Ibadah haji itu merupakan rangkaian perjalanan fisik dan spritual dimulai sejak dari tanah air hingga kembali lagi di tanah air, sehingga memerlukan pemahaman yang matang dalam persiapan pelaksanaan ibadah. Semoga seluruh proses yang telah dilalui akan mendapatkan keberkahan dan menjadikan ibadah jemaah menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.
Selain itu Kakanwil juga mengajak CJH untuk tidak sombong saat melaksanakan ibadah haji, jangan merasa paling baik dalam beribadah, kedepankan pikiran moderat dalam ibadah haji. Dikarenakan saat menjalankan rangkaian ibadah haji jamaah akan bertemu dengan umat muslim lainnya yang memiliki mazhab berbeda-beda.
“Ibadah haji adalah ibadah yang dilaksanakan secara berjamaah, dari seluruh penjuru dunia hadir, oleh sebab itu jamaah haji Indonesia harus menjaga kekompakan, saling tolong menolong, saling bekerjasama, saling menjaga. selain mengedepankan nilai Ketuhanan harus juga menyeimbangkan dengan nilai kemanusian,” harapnya.