MANDAU (Inmas) – Kepala KUA Kecamatan Mandau Saim menghadiri dan memberikan kata sambutan pada acara Hari Pentakosta Umat Kristiani yang bertempat di aula gereja GPDI Anugerah Duri sebagai upaya merangkai kebersamaan agar terwujudnya kerukunan umat guna membangun negeri bermarwah maju dan sejahtera Senin 29/05/2023.
Tampak hadir dalam acara kegiatan tersebut, Bupati Bengkalis yang diwakili oleh asisten perekonomian dan pembangunan Toharudin, SH, M.Si, Camat Mandau Riki Rihardi, Kepala KUA Kecamatan Mandau, Seluruh Pendeta se-Kecamatan Mandau, dan tamu undangan yang turut hadir.
Kepala KUA Kecamatan Mandau, Saim dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya acara hari pentakosta yang dilangsungkan pada hari ini semoga dapat mempererat tali silaturahmi kita sebagai sesama makhluk Tuhan, dapat saling menghargai walaupun berbeda dalam hal keyakinan. Menurutnya, perayaan pentakosta merupakan bagian yang penting dalam rangkaian karya penyelamatan bagi kita umat manusia, namun terkadang perayaannya tidak sesemarak perayaan natal atau paskah. “Padahal makna yang terkandung dalam peristiwa pentakosta sangat mendalam. Dimana, melalui peristiwa ini seluruh umat Tuhan dipersatukan dalam satu iman melalui curahan roh kudus.” Jelasnya.
“Untuk itu kita sebagai umat beragama harus bersatu meskipun dalam berbagai perbedaan, seperti perbedaan suku, kepribadian, Bahasa, status social, dan lainnya. Melalui semua itu saya percaya akan terbangun sikap, niat, dan komitmen bersama untuk mewujudkan toleransi dalam beragama khususnya di Kecamatan Mandau ini” ungkapnya
Kepala KUA Kecamatan Mandau, Saim juga mengajak seluruh umat untuk dapat terus membumikan esensi nilai-nilai agama dengan pendekatan hati yang penuh rasa. “Mari kita isi syiar keagamaan dengan lebih mengolah rasa, kita banjiri dunia dakwah kita dengan contoh bukti nyata dan teladan baik bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Mandau.” harapnya
Selain itu, salah satu pendeta di kecamatan Mandau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah menghadiri perayaan pentakosta ini. Acara ini bertujuan untuk memupuk rasa kemanusiaan sebagai makhluk Tuhan dan bisa memiliki sikap toleransi dalam beragama.
“Tokoh Agama memiliki peran signifikan dalam tumbuh kembangnya kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Para tokoh agama berada di garda terdepan saat bangsa Indonesia menghadapi penjajahan dan ketidakadilan.” Jelasnya