0 menit baca 0 %

Hadiri Upacara Hari Santri di Inhu, Ini Harapan Kakankemenag Rohil

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Hal sesuai dengan Keputusan presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Penetapan Hari Santri Nasional bersandar pada pencetusan Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy ari sebagai re...

Rokan Hilir (Inmas) - Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Hal sesuai dengan Keputusan presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Penetapan Hari Santri Nasional bersandar pada pencetusan Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai respons perlawanan terhadap Belanda pasca kemerdekaan.

Pada peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengusung tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan". Mengutip keterangan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada laman resmi Kemenag, tema tersebut mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Selasa, (15/11/2022) Upacara Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Seluruh pelaksana Upacara penuh dedikasi menampilkan kesungguhannya dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Seluruh Kakankemenag dan jajarannya dari Kabupaten se-Provinsi Riau juga hadir. 

Tidak ketinggalan Kakankemenag Kab.Rokan Hilir Drs.H.Naini,M.Pd.I yang didampingi Kasi PHU H.Tarmizi,S.HI, Kasi PAPKIS Hasbullah,S.Ag dan Kasi Penmad M.Syafri Johan,M.Pd.I.

Upacara ini juga dihadiri oleh beberapa unsur forkopimda serta undangan lainnya.

Ditemui setelah upacara, Kakankemenag Kab.Rokan Hilir Drs.H.Naini,M.Pd.I mengatakan bahwa melalui peringatan Hari Santri Nasional ini  semua komponen harus terlibat pada sendi-sendi pembangunan bangsa. 

"Peran kita  sebagai insan-insan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai dan martabat ketaqwaan akan melahirkan peradaban madani” ujarnya. 

H.Naini mengharapkan kepada seluruh jajarannya untuk selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan baik ditingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten.

"Kementerian Agama merupakan ujung tombak pemberdayaan umat. Jadi, kita harus memiliki dedikasi yang tinggi untuk melayani umat," pungkas H.Naini. (AjdSyaheed)