Bengkalis (Inmas)- Pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama angkatan II di wilayah Riau yang berpusat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis telah memasuki hari ke dua.
Berdasarkan pantauan humas , pelatihan yang di taja oleh Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru, untuk hari ini peserta mendapat kan materi tentang strategi pada penguatan penggerak moderasi beragama .
Adapun yang menjadi narasumber hari ini Media Eka Putra sebagai Widyaiswara yang di tunjuk oleh LDK Pekanbaru untuk memberikan materi pada pelatihan tersebut .
Untuk diketahui secara umum Widyaiswara merupakan istilah jabatan PNS yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, atau melatih pegawai negeri di lembaga pendidikan pemerintah (diklat), baik yang berada instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).
Media Eka Putra saat menyampaikan materi menyebutkan bahwa moderasi beragama adalah jalan tengah yang prinsipnya adil dan berimbang. Dengan memberikan pemahaman ilmu tentang strategi moderasi beragama, seseorang tidak akan ekstrem dalam berfikir dan tidak berlebih-lebihan saat menjalankan ajaran agamanya.
Menurutnya, karena Indonesia adalah negara dengan penduduk
yang majemuk dari segi suku bangsa, budaya, dan agama. Oleh karenanya
diperlukan strategi untuk menciptakan dan memelihara suasana kebebasan beragama
dan kerukunan umat beragama agar terwujud masyarakat Indonesia yang aman,
damai, sejahtera, dan bersatu.
“Dengan menciptakan strategi penguatan toleransi yang aktif di lingkungan
sekitar kita , ini akan menjadi hal yang tepat dalam menciptakan kerukunan umat
beragama di Indonesia”ucapnya di aula Kankemenag Bengkalis, Selasa 06 Agustus 2022.
Adapun Upaya-upaya dalam strategi penguatan tolerasni tersebut di antaranya yakni memperkuat landasan atau dasar-dasar (aturan/etika bersama) tentang kerukunan internal dan antarumat beragama, membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai kehidupan yang ideal untuk menciptakan kebersamaan dalam sikap toleransi.
Sementara itu, Siti Syarifah Lubis peserta yang mengikuti pelatihan saat di temui oleh humas Kemenag mengaku sangat senang dan antusias dalam menerima materi yang di sampaikan oleh narasumber.
“Kami sangat senang dan antusias dalam menerima materi yang di sampaikan oleh narasumber , apa yang di sampaikan oleh pemateri sangat mudah kami pahami, selain tidak membosankan , menurut kami materi ini sangat bagus karena dapat membuka wawasan baru bagi kami tentang toleransi dalam kehidupan bermasyarakat”ujarnya .
Selain itu, terkait dengan pelayanan yang di berikan oleh Kemenag Bengkalis cukup memuaskan , baik dan ramah , segala sesuatu yang di butuhkan oleh peserta responya sangat cepat dalam membantu kami.
“Alhamdulillah dalam pelatihan ini, kami tidak hanya mendapatkan ilmu , tetapi kami juga mendapatkan sebuah perlengkapan fasilitas belajar yang berbentuk tas dan alat tulis serta makanan berupa kue, makan siang dan uang transport”tutupnya.